Mengenal Enam Startup Terpilih di Ajang Thinkubator

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 18:44 WIB
Foto: CNN Indonesia/ Grandyos Zafna
Jakarta, CNN Indonesia -- Enam startup dinyatakan lolos ke babak final live pitching di ajang kompetisi Thinkubator yang diselenggarakan oleh Grab bekerja sama dengan TransMedia.

Pada tahap final yang diselenggarakan Jumat (29/3) malam, keenam startup diberikan kesempatan untuk mempresentasikan konsep bisnis mereka di hadapan tiga juri yakni chairman dan founder CT Corp Chairul Tanjung, CEO dan pendiri Tokopedia William Tanuwijaya, dan Presiden PT KSEI Frederica Widyasari.

Cek profil keenam startup potensial yang telah melalui tahap presentasi konsep bisnis tersebut.


Piniship

Piniship menawarkan konsep bisnis logistik yang bergerak di industri perkapalan. Julio, sosok di balik bisnis ini mengaku prihatin terhadap masalah ekspor nasional yang 90 persen diantaranya mengandalkan jalur laut menggunakan kontainer.

Pria berusia 23 tahun ini berhadap konsep bisnis Piniship bisa mendorong pemerintah melakukan perkembangan demi perkembangan untuk tujuan ekspor nasional.

"Saat ini Indonesia masih mengalami masalah perkembangan ekspor, masih banyak manual proses, digitalisasi yang tidak ada, dokumen yang rumit sekali dilakukan sebagai eksportir," ujar Julio disela presentasinya di hadapan juri.

Julio mengatakan Piniship menghadirkan sebuah web platform yang sudah terintegrasi dengan semua industri. Ia mencontohkan saat ini Piniship telah mengembangkan digitalisasi proses pelabuhan di Indonesia Timur, yang telah menggandeng Pelindo 4.

Mandor.id

Mandor.id merupakan aplikasi yang berawal dari permasalahan sebagian besar masyarakat Indonesia yang kesulitan merencanakan tempat tinggal. Masalah utamanya yakni merencanakan tempat tinggal yang sesuai dengan biaya, mutu, dan waktu.

Andita Sugiono dan Rica Margareta, sosok di balik aplikasi ini menawarkan jasa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, perancangan, pemeliharaan, hingga pengawasan proyek secara digital.

Aplikasi ini memiliki dua fitur utama kami adalah Ayo Konsultasi dan Ayo Wujudkan. Ayo Konsultasi merupakan fitur edukasi bagi konsumen supaya konsumen bisa mendapatkan bangunan yang sesuai dengan keinginannya secara efektif dan efisien. 

"Sedangkan di Ayo Wujudkan, ada tiga sub bagian yaitu Ayo Desain, Ayo Bangun dan Ayo Renov. Pada bagian ini konsumen akan mendapatkan pemeliharaan, pelaksanaan hingga perancangan," jelas Rica.

Darah Kita

Zulkarnaim Mansyur dan Firmansyah Ibrahim, sosok di balik aplikasi Darah Kita sempat mengalami kesulitan minimnya stok darah di Palang Merah Indonesia kota Makassar.

"Menurut data dari PMI kota Makasar, ada 60 ribu permintaan darah pada 2018 tetapi hanya 48 ribu pendonor ditambah lagi sulitnya mencari pendonor pada saat kondisi darurat," terang Zulkarnaim.

Firmansyah menambahkan jika aplikasi ini membantu masyarakat mencari pendor darah, mengecek ketersediaan darah di PMI, hingga mencari informasi terkait donor darah. Pengguna bisa mengumpulkan poin, sementara pendonor bisa mendapatkan hadiah melalui aplikasi ini.

Sejauh ini, Darah Kita telah menjangkau dua kota di wilayah Indonesia Timur yakni Makassar dan Palopo. Firmansyah mengatakan startup besutannya memiliki tiga model bisnis yakni pengantaran calon vendor yang bekerja sama dengan transportasi online, marketplace kesehatan, dan pengiklan di industri kesehatan. (din/evn)
1 dari 2