Software Boeing Sempat Diaktifkan Sebelum Akhirnya Mati

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 18:51 WIB
Software Boeing Sempat Diaktifkan Sebelum Akhirnya Mati Ilustrasi. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu perangkat lunak Boeing pada pesawat Ethiopian Airlines ditemukan telah berulang kali berusaha diaktifkan sebelum akhirnya dimatikan karena dugaan bermasalah dalam sensor aliran udara.

Dilansir dari Reuters, hal ini diungkap oleh dua orang yang familiar dengan masalah software Boeing.

Hingga saat ini belum jelas apakah para kru telah memilih menggunakan sistem kembali dan membuat dorongan pada hidung Boeing 737 Max ke bawah. Namun, menurut sumber Reuters, para penyelidik sedang mempelajari kemungkinan software yang 'menendang ke bawah' tanpa intervensi manusia.
Ketika Reuters konfirmasi, pihak Boeing menolak untuk berkomentar. Penyelidik Ethiopia pun tak memberikan komentar.


Perangkat lunak anti-stall Boeing yang dikenal sebagai MCAS berada di pusat investigasi terkait kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air yang menewaskan hampir 350 orang.

Sumber Reuters mengungkap perangkat lunak tersebut yang secara otomatis mendorong hidung pesawat agar tetap stabil. Namun, ada sudut yang keliru dari satu sensor.

Saat ini penyelidikan telah beralih menjadi bagaimana awalnya MCAS dinonaktifkan oleh pilot dengan mengikuti daftar darurat. Namun, malah muncul berulang kali dan mulai bekerja lagi sebelum pesawat jatuh ke tanah.

Sementara itu, untuk kejadian di Indonesia memberikan arahan pada pilot untuk menggunakan sakelar pemutus melepaskan sistem jika terjadi masalah dan membiarkannya dimatikan.

Sumber Reuters mengungkap melakukan hal itu tidak mematikan sistem MCAS sepenuhnya tetapi memutus hubungan listrik antara perangkat lunak dan sistem pesawat.

Penyelidik sedang mempelajari apakah ada kondisi di mana MCAS dapat mengaktifkan kembali dirinya secara otomatis, tanpa pilot membalikkan manuver cut-out. Boeing saat ini sedang meningkatkan perangkat lunak sambil menambahkan pelatihan tambahan.

Laporan awal terkait penyelidikan diharapkan keluar dalam beberapa hari lagi.

Pilot melakukan manuver pesawat kembali ke atas setidaknya dua kali sebelum menekan sakelar pemutus stabilizer untuk menonaktifkan sistem.

Namun, data penerbangan awal menunjukkan pesawat tidak dalam sikap netral ketika pilot menekan sakelar penstabil untuk menonaktifkan sistem MCAS. Kondisi ini membuat situasi lebih sulit untuk dikelola.

Setelah pilot mematikan MCAS, pesawat terbang selama beberapa menit berikutnya naik sekitar 2.000 kaki, tetapi menyelam ke tanah setelah suksesi input dari MCAS yang diperbarui.
[Gambas:Video CNN] (age/age)