Peneliti Temukan Sumber Metana, Tanda Kehidupan di Mars

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 19:40 WIB
Peneliti Temukan Sumber Metana, Tanda Kehidupan di Mars Ilustrasi permukaan planet Mars. (Foto: REUTERS/NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim ilmuwan gabungan mengonfirmasi keberadaan metana di Mars. Kandungan metana ditemukan lewat pengamatan dari dua pesawat ruang angkasa yang telah terdeteksi sejak 15 tahun silam.

Bukti temuan metana menjadi perdebatan soal kemungkinan Mars bisa dihuni manusia. Para ahli meyakini lapisan es di bagian timur kawah Gale yang diyakini sebagai danau kering adalah lokasi sumber metana di Mars.

Selain bisa mendukung kehidupan manusia, kandungan metana juga bisa digunakan sebagai bahan bakar, material industri, hingga sumber daya roket pendorong untuk misi ruang angkasa.


"Ini sangat menarik dan mengejutkan. Dua jalur investigasi independen mengindikasikan area sumber metana yang sama," ungkap Marco Giuranna dari National Astrophysics Institute, Roma seperti dilansir AFP.

Laporan yang terbit di Nature Geoscience mencatat pada 16 Juni 2013 lalu penyelidikan pesawat Mars Express milik Badan Antariksa Uni Eropa (ESA) mengukur 15,5 bagian per miliar di atmosfer atas kawah Gale. Untuk menguji keabsahan temuan ini, penelitian membagi daerah di sekitar kawah Gale menjadi 250x250 kilometer persegi.

Kemunculan metana di area tersebut kemudian dikonfirmasi oleh rover penjelajah Curiosity milik NASA dalam waktu 24 jam. Sejuta skenario emisi model komputer untuk setiap bagian kemudian dijalankan untuk menguji temuan ini.

Sementara peneliti lainnya mempelajari gambar permukaan Mars untuk dibandingkan dengan ciri-ciri fitur serupa yang menjadi tempat metana dilepaskan di Bumi.

Hasilnya, tim peneliti meyakini jika metana beku di bawah formasi bebatuan yang diyakini mengeluarkan gas selama periode tertentu ke atmosfer. Metana menjadi gas yang terbentuk secara alami dan menjadi produk sampingan dari proses organik seperti kotoran hewan atau gas buang manusia.

Kendati metana menjadi indikasi utama adanya kehidupan di Bumi, namun hal serupa kemungkinan tidak berlalu di Mars. Kemungkinan adanya kandungan metana tidak selalu dapat dikaitkan dengan keberadaan makhluk hidup, seperti halnya di Bumi.

"Metana penting karena bisa menjadi indikator kehidupan mikroba. Tapi, metana juga bisa muncul karena proses abiotik sehingga kehidupan tidak bisa menjadi petunjuk fenomena ini," ucap Giuranna.

Kendati tidak memilki hubungan langsung dengan kehidupan, Giuranna mengatakan jika keberadaan metana menjadi indikator kelayakan Mars untuk dihuni. Menurutnya, butuh penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kadar metana di lapisan es dekat kawah Gale. (lea/evn)