Menjawab hal itu, profesor sains di Universitas Tennessee Jeff Moerch memastikan jika Oppy, nama panggilan robot Opportunity akan tetap berada di Mars dalam bentuknya semula.
"Saya berpikir bahwa wujudnya akan tetap seperti yang kita ketahui. Mungkin akan sangat berdebu bila nanti ada astronaut yang menemukannya," ucap Moerch.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum dinyatakan tutup usia, Opportunity tetap bisa beroperasi meski diterpa angin dan debu dengan kecepatan dahsyat. Namun, tumpukan debu yang kian menumpuk membuatnya tak sanggup lagi melawan kerasnya terpaan di Planet Merah.
Moerch menambahkan kemungkinan lain untuk nasib Opportunity yakni akan berakhir terkubur di bawah permukaan Mars. Ada kemungkinan robot ini di masa depan tercatat sebagai fosil.
"Seiring periode panjang, akan ada dampak yang menabrakan ejecta (debu Mars di udara) dari tempat dampak tersebut berada. Ejecta tersebut akan naik ke permukaan seiring waktu, dan mengubur benda-benda di permukaan," ungkapnya seperti dilansir Space.
Tentu hal ini masih butuh waktu panjang hingga manusia pertama bisa menjejakkan kaki di Mars, setidaknya dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Opportunity tercatat sebagai langkah fenomenal ekspedisi luar angkasa setelah robot ini bisa beroperasi hingga 15 tahun.
"Ketika saya memikirkan Opportunity, saya berpikir tentang tempat di Mars, ketika robot kami melampaui ekspektasi kami. Tapi yang akan saya kenang, adalah dampak Opportunity di Bumi." Kata John Callas, manager Mars Exploration Rover, diberitakan Express. (lea/evn)