Misi Helikopter Otonom ke Mars Bisa Buka Eksplorasi Alien

CNN Indonesia | Minggu, 31/03/2019 12:06 WIB
Misi Helikopter Otonom ke Mars Bisa Buka Eksplorasi Alien Ilustrasi permukaan Mars. (Foto: NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Misi yang akan dijalankan sebuah helikopter mini otonom di Mars diprediksi dapat membuka dunia eksplorasi ruang angkasa lebih jauh, salah satunya alien. Misi akan berjalan dua tahun lagi ini dapat membuka dunia penjelajahan alien.

Dilansir dari Space.com, NASA akan menerbangkan helikopter mini otonom pada Juli 2020. Helikopter ini diprediksi akan tiba di Planet Merah pada Februari 2021.

Helikopter berbahan chopper ini merupakan demonstrasi teknologi 'tanpa busana' yang memaksimalkan heli masuk ke dalam atmosfer Mars.


Keberhasilan dalam karya perintis ini akan menjadi perkara besar. Pasalnya, karya awal ini dapat memperluas jangkauan penjelajah robot manusia yang masih terbatas pada permukaan dunia asing.

"Kami membayangkan helikopter membuka pintu untuk eksplorasi jenis baru di Mars," kata Håvard Grip, Pengendali Penerbangan dan Aerodinamika untuk Helikopter Mars, Rabu (20/3).

Grip menambahkan di masa mendatang versi yang lebih canggih dari perjalanan tersebut bisa menjadi pengintai di Planet Merah.

"Di masa depan, kita bisa membayangkan melakukan hal-hal seperti melakukan eksplorasi regional menggunakan beberapa helikopter atau pergi ke daerah yang tidak dapat diakses atau daerah yang sensitif secara biologis," tambahnya.

Helikopter Mars memiliki berat 1,8 kilogram dan memiliki tubuh seukuran softball. Helikopter ini membawa berbagai avionik dan peralatan komunikasi, panel surya kecil, baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang.

Heli ini pun membawa 'pemanas hidup' untuk menjaga elektroniknya tetap hangat melalui malam Mars yang dingin, dan kamera navigasi.

Helikopter tidak memiliki instrumen sains, tetapi dilengkapi dengan pencitraan warna resolusi tinggi.

"Begitulah muatannya," kata Grip.

"Itulah yang kami [gunakan] untuk mengambil gambar-gambar cantik dan mengirimnya kembali ke Bumi."

Helikopter akan melakukan perjalanan ke Mars pada 2020. Misi ini akan berburu tanda-tanda kehidupan Planet Merah kuno dan mengumpulkan dan menyimpan sampel untuk kembali ke Bumi di masa depan.

Satu atau dua bulan setelah bajak mendarat di Planet Merah, helikopter akan jatuh dan menabrak tanah itu sendiri. Kendaraan kecil itu kemudian akan melakukan serangkaian penerbangan pendek, yang masing-masing akan berlangsung sekitar 90 detik dan mencapai ketinggian maksimum 16,5 kaki (5 meter) atau lebih.

Momen bersejarah semacam itu mungkin tidak terbatas pada langit Mars. NASA sedang mempertimbangkan meluncurkan pendaratan quadcopter ke Titan, bulan besar Saturnus, yang diselubungi kabut. Misi yang disebut Dragonfly ini, akan terbang dari satu tempat ke tempat lain di Titan. (age/evn)