Gojek Terbuka Kerja Sama untuk Dorong Ekosistem Non Tunai

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 18:30 WIB
Gojek Terbuka Kerja Sama untuk Dorong Ekosistem Non Tunai Ilustrasi penggunaan Gopay di pasar modern. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Head of Corporate Communications Gopay Winny Triswadhany mengatakan pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan pemangku kebijakan untuk mendorong penetrasi penggunaan uang digital di seluruh pasar di Indonesia. Termasuk pasar binaan pemerintah PD Pasar Jaya, pasar modern, dan pasar tradisional.

Winny mengatakan kerja sama ini diperlukan untuk memperluas penerapan transaksi non tunai agar bisa diterapkan dengan cepat di Indonesia.

"Dalam waktu yang cepat memang dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk, pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan regulator. Pasar-pasar tradisional kami sangat terbuka untuk kerja sama. kata Winny saat ditemui usai kunjungan ke pasar  Modern Town Market Tangerang, Kamis (4/4).


Menurutnya, jika penerapan bisa dilakukan dengan cepat, maka pedagang dan pembeli di pasar mana pun bisa menikmati keunggulan transaksi non tunai.

"Kami mau dan semangat untuk kerja sama dengan pasar PD Jaya dan Asosiasi Pasar Indonesia. Jadi pasar tradisional bisa nikmati kemudahan-kemudahan seperti pedagang-pedagang pasar modern," imbuhnya.

Winny mengatakan semakin banyak pemain di ekosistem pembayaran uang digital semakin positif pula dampaknya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Winny mengatakan pasar bagi para pemain uang digital sangat besar di Indonesia.

"Semakin banyak pemain nanti juga akan bagus. Makin banyak program dan promo-promo. Jumlah UMKM di Indonesia sangat banyak ya. Terakhir itu 68 juta," ungkapnya.

Saat ini Gojek mencatat layanan uang digital Gopay telah menjangkau lebih dari 130 ribu UMKM di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan 40 persen dari total rekan usaha Gopay yang mencapai 360 ribu.

Dengan begitu, potensi bisnis yang bisa digarap oleh pemain uang digital masih besar. Kolaborasi serta edukasi dari pemain uang digital dibutuhkan agar UMKM bisa mulai menggunakan layanan ini.

"Kita saat ini baru dalam kurang dari setahun sudah 126 ribu. Tapi biar lebih cepat memang harus banyak pemain, biar kita juga edukasi bisa bersama dan masuk bersama-sama. Jadi Indonesia bisa makin cepat buat non tunai," imbuhnya. (jnp/evn)