Untuk Kali Pertama, Ilmuwan Akan Ungkap Foto Lubang Hitam

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 06/04/2019 17:37 WIB
Untuk Kali Pertama, Ilmuwan Akan Ungkap Foto Lubang Hitam Ilustrasi ruang angkasa. (Dok. NASA/ESA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia tampaknya untuk kali pertama akan melihat foto lubang hitam.

Pada Rabu pekan depan, astronom dari seluruh dunia akan menggelar enam konferensi pers besar secara simultan untuk mengumumkan hasil Teleskop Horison (EHT) yang memang sengaja dirancang untuk menangkap gambar lubang hitam.

Hasil ini telah lama dinanti-nantikan.


Dari seluruh benda di alam semesta yang tidak bisa dilihat manusia, termasuk energi hitam atau materi hitam, tidak ada benda yang memancing keingintahuan sebesar lubang hitam.

Sejak 1700-an, astronom sudah mulai berspekulasi soal "bintang hitam" yang bisa memakan segala materi di antariksa itu, dan kini bukti-bukti tidak langsung mulai terkumpul.

"Lebih dari 50 tahun lalu, ilmuwan melihat ada sesuatu yang sangat terang di tengah galaksi kita," ujar Paul McNamara, seorang ilmuwan di Agensi Ruang Angkasa Eropa yang juga seorang ahli soal lubang hitam.

"Lubang itu memiliki data tarik gravitasi yang sangat kuat sehingga bintang-bintang mengelilingi mereka dengan sangat cepat -- secepat 20 tahun."

Sebagai perbandingan, Tata Surya bumi membutuhkan waktu 230 tahun untuk mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti.

Pada akhirnya, para astronom berspekulasi bahwa titik terang ini sebenarnya adalah "lubang hitam" -- suatu istilah yang dicetuskan fisikawan Amerika Serikat, John Archibald Wheeler pada periode 1960-an.

Di bagian dalam tepian lubang hitam yang berbentuk cakram ini, tiba-tiba materi menjadi sangat gelap.

"Ujung cakrawala ini, atau titik yang tidak bisa dilewati kembali ini, bukan suatu pembatas fisik. Anda tidak bisa berdiri di atasnya," kata McNamara.

"Jika anda berada di dalamnya, Anda tidak bisa kabur karena Anda membutuhkan energi tidak terbatas."

EHT yang mengumpulkan data-data untuk menghasilkan gambar pertama lubang hitam ini tidak seperti alat kebanyakan.

"Ketimbang membangun satu teleskop raksasa -- yang akan hancur karena saking beratnya -- kami mengombinasikan hasil beberapa pusat pengamatan, seperti pecahan-pecahan cermin raksasa," ujar Michael Bremer, seorang astronom di Institut Radio Astronomi Milimetrik di Grenoble.

Pada April 2017, delapan teleskop radio yang tersebar di seluruh dunia --di Hawaii, Arizona, Spanyol, Meksiko, Chili, dan Kutub Selatan-- diprogram untuk merekam data dua lubang hitam di dua sudut semesta untuk mengumpulkan data.

Penelitian yang akan diungkapkan pada pekan depan, tampaknya akan merilis hasil penelitian pada salah satu lubang hitam itu.

Diperkirakan para ilmuwan akan merilis pengamatan pada lubang hitam Sagittarius A*, atau lubang hitam yang berada di pusat galaksi bumi.

Lubang hitam itu memiliki massa empat juta kali lebih berat ketimbang matahari, yang berarti lubang hitam memiliki diameter 44 juta kilometer.

Angka itu terdengar besar sekali, tapi bagi teleskop yang dipasang di bumi dan berjarak 26 ribu tahun cahaya (atau sekitar 245 triliun kilometer), maknanya seperti memotret bola golf di permukaan bulan.

(vws)




BACA JUGA