Rusia Tuding Lubang di ISS sebagai Aksi Sabotase

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 20:28 WIB
Rusia Tuding Lubang di ISS sebagai Aksi Sabotase Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Shamil Zhumatov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyebab di balik kemunculan lubang di Stasiun Antariksa Internasional (International Space Station/ ISS) hingga kini masih dalam tahap penyelidikan oleh Badan Antariksa Federal Rusia (Roscosmos). Pada Rabu (5/9), Roscosmos menjanjikan hasil identifikasi akan diumumukan paling cepat dalam beberapa pekan kedepan.

Meski saat ini lubang yang muncul telah berhasil ditambal, namun direktur Roscosmos Dmitri Rogozin mengatakan dugaan sementara penyebab kemunculan lubang karena ada upaya sabotase.

Rogozin mengungkapkan spekulasi itu muncul melihat ada kemungkinan seseorang dengan sengaja menggunakan bor untuk menembus lapisan pesawat antariksa. Namun demikian, ia justru mengesampingkan spekulasi bahwa lubang tersebut muncul sebagai dampak benturan wahana antariksa dengan meteorit yang terbang bebas di luar angkasa.



"Ada indikasi lain yang tidak dapat kami putuskan; bahwa ini [kemuculan lubang] dilakukan dengan sengaja," tulis kantor berita Rusia RIA Novosti mengutip pernyataan Rogozin.

Menurutnya, spekulasi tersebut muncul setelah melihat ada indikasi penggunaan bor yang mengikis lapisan logam di sekitar temuan lubang.

"Kami menyangkal jika kesalahan ini terjadi karena ada kesalahan pada teknologi selama proses pembuatan oleh beberapa spesialks atau lainnya," imbuhnya.

Di sisi lain, Stephania Schierholz juru bicara Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menolak mengomentari dugaan sementara yang dikeluarkan Rusia. NASA juga menolak mengomentari sumber kemunculan lubang di ISS yang tengah dalam penyelidikan Rusia.

"Kami yakin mereka [Roscosmos] mampu mengidentifikasi penyebab kemunculan lubang," ungkap Schierholz seperti dilaporkan Reuters.

Rusia menjanjikan proses penyelidikan terkait kemunculan lubang di ISS akan rampung pada pertengahan September mendatang.


Sebelumnya pada Kamis (30/8 flight controller ISS di Bumi mendeteksi sebuah lubang di badan stasiun yang menyebabkan kebocoran dan menurunnya tekanan udara. Meski dianggap tidak berpotensi mengancam keselamatan nyawa astronaut, namun pihak pengawas di Bumi memerintahkan masalah tersebut segera ditangani.

Paginya (31/8), para astronaut berkeliling stasiun luar angkasa dan berhasil menemukan lubang seukuran jempol (2 milimeter) pada badan pesawat ruang angkasa milik Rusia, Soyuz MS-09. Astronaut menggunakan epoksi dan selotip Kapton (jenis selotip yang biasa digunakan di ruang angkasa) sebagai solusi sementara. (age/age)