Forum Pegiat Medsos Kritik soal #SayaGolput

CNN Indonesia | Minggu, 07/04/2019 13:24 WIB
Forum Pegiat Medsos Kritik soal #SayaGolput Ilustrasi Pemilu. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) Hafyz Marshal menyayangkan gerakan tagar #SayaGolput yang beredar di Twitter.

Tagar itu muncul pertama kali pada 28 Maret yang diinisiasi oleh salah satu aktivis feminisme yakni Lini Zurlia. Ia menyertakan sebuah foto yang memperlihatkan sebuah kertas bertuliskan 'Saya Golput' melalui akun Twitternya @Lini_ZQ




"Sayang sekali. Maksudnya kita sudah dapat hak suara, kenapa tidak digunakan," ujar Hafyz kepada CNNIndonesia.com, Jakarta, Minggu (8/4).

Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) sendiri telah menggelar sebuah aksi membubuhkan tanda tangan guna mendukung gerakan Anti Hoaks Tolak Golput dan Ajakan Jangan Takut Memilih, hari ini di kawasan Bundaran Hotel Indonesia bertepatan dengan Car Free Day (CFD).

Salah satu masyarakat yang ikut membubuhkan tanda tangan yakni Dinda (25) pun memberikan tanggapan terkait tagar #SayaGolput yang beredar di platform sosial media twitter.

Menurut dia, jika tagar tersebut terus diviralkan maka akan memengaruhi pemilih baru.


"Kalau tagar #SayaGolput diviralkan, itu bisa memperburuk mental pemilih baru yang niatnya excited untuk nyobolos. Nanti malah ikutan golput karena dilema dan termakan omongan netizen melalui tagar tersebut," katanya.

Lain halnya dengan Dinda, Galih (24) salah satu masyarakat yang ikut meramaikan Car Free Day (CFD) berpendapat bahwa tagar #SayaGolput muncul karena kedua pasangan calon capres dan cawapres saat ini belum dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat.

[Gambas:Video CNN]


(asa/asa)