'Andai Putri Diana Pakai Sabuk Pengaman'

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 11:12 WIB
'Andai Putri Diana Pakai Sabuk Pengaman' Mercedes-Benz S-Class yang ditumpangi Putri Diana setelah kecelakaan. (Foto: PIERRE BOUSSEL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 31 Agustus 1997, Putri Diana, teman dekatnya, Dodi Fayed, dan sopir Mercedes-Benz S-Class tewas karena kecelakaan di terowongan Pont de l'Alma tunnel di Paris. Ketiganya tewas, sementara penumpang keempat, pengawal Diana, selamat lantaran cuma dia satu-satunya yang menggunakan sabuk pengaman.

Seandainya Diana juga mengenakan sabuk pengaman, mungkin saja Princess of Wales itu masih hidup. Ahli top patologi forensik Inggris Dr. Richard Shepherd menjelaskan ungkapan itu dalam buku baru yang sebagian isinya dikutip dan diberitakan Daily Mail kemudian diolah Autoevolution.

Shepherd merupakan dokter yang diminta meninjau bukti dan bersaksi atas penyelidikan kecelakaan Diana pada 2004. Semua pihak dilibatkan untuk memastikan bahwa Diana tewas murni karena kecelakaan, bukan karena serangan dari pihak lain.
'Andai Saja Putri Diana Pakai Sabuk Pengaman'Putri Diana. (Foto: REUTERS)

Shepherd menyimpulkan Diana meninggal karena cedera yang sangat minim dan sangat jarang terjadi. Penyebab itu dikatakan baru dia lihat sekali, pada Diana.


"Dia sebenarnya menderita hanya beberapa patah tulang dan cedera dada kecil, tetapi ini termasuk robekan kecil di pembuluh darah di salah satu paru-parunya," kata Shepherd.

"Cedera Diana sangat kecil, tetapi di tempat yang salah. Kematian Diana adalah contoh klasik dari cara kita mengatakan, pada hampir setiap kematian: kalau saja. Kalau saja dia menabrak kursi di depan dengan sudut yang sedikit berbeda. Kalau saja kecepatan dia terlempar lebih lambat 10 mph," ucap Shepherd lagi.

Setelah kecelakaan, saat pertama ditemukan, Diana masih hidup dan mampu berkomunikasi. Namun karena itu usaha membawanya ke ambulans jadi tertunda.

Penundaan itu bikin situasi Diana makin parah karena dia terus kehilangan banyak darah. Dalam perjalanan di ambulans Diana mulai kehilangan kesadaran dan kemudian detak jantungnya berhenti. Dokter mencoba melakukan penanganan sebisa mungkin, kemudian berusaha melakukan operasi, tapi sudah terlambat.

Shepherd berpendapat kalau saja Diana menggunakan sabuk pengaman, kondisi itu bisa saja tidak pernah terjadi.

"Andai saja dia mengenakan sabuk pengaman. Dia mungkin terkendali, dia mungkin akan muncul di depan umum dua hari kemudian dengan mata hitam, mungkin sedikit terengah-engah karena tulang rusuk yang patah dan dengan lengan yang patah dalam gendongan," menurutnya.

Lebih lanjut Shepherd meyakini pengawal Diana yang duduk di jok penumpang depan selamat karena menggunakan sabuk pengaman saat insiden itu. Hal itu juga dijelaskan sebenarnya membantu Diana selamat dari kecelakaan sebenarnya.

Saat kecelakaan, jok pengawal yang memakai sabuk pengaman meredam dampak kecelakaan. Diana yang duduk di belakangnya, tertahan jok itu saat terlempar ke depan. (ryh/fea)