Pengamat Sebut Netizen Agresif Sudutkan Prabowo-Sandi

CNN Indonesia | Minggu, 14/04/2019 05:27 WIB
Pengamat Sebut Netizen Agresif Sudutkan Prabowo-Sandi Ilustrasi (REUTERS/Thomas White)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat media sosial dari Drone Emprit Hari Ambari mengatakan percakapan netizen di media sosial pada debat Pemilihan Presiden (Pilpres) terakhir cenderung agresif menyudutkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo-Sandi.

"Percakapan media sosial justru agresif menyerang ke Prabowo dibandingkan debat-debat sebelumnya," katanya saat dihubungi via sambungan telepon usai debat terakhir Pilpres 2019, Sabtu (13/4).

Namun demikian, secara keseluruhan menurut Hari pada debat terakhir ini, pendukung Prabowo-Sandi kurang aktif di media sosial dibandingkan empat debat terdahulu.


"Kalau sebelumnya agak agresif, entah kenapa hari-hari ini agak turun," katanya.

Berdasarkan data Drone Emprit, jika dilihat dari volume pemberitaan dan percakapan diseluruh kanal media, Prabowo-Sandi lebih populer pada rentang pukul 20:00 WIB hingga 23:00 WIB. Percakapan tentang keduanya menguasai sekitar 94 ribu percakapan, sedangkan Jokowi-Ma'ruf tercatat sekitar 93 ribu cuitan.

Tren percakapan bagi kubu Prabowo-Sandi pun mengalami peningkatan pada akhir debat. Sebaliknya, percakapan Jokowi-Ma'ruf menurun di akhir debat.

Meski menguasai percakapan, tapi sebagian besar nada cuitan netizen lebih banyak berkomentar negatif tentang sikap dan pernyataan Prabowo-Sandi selama debat. Mereka menilai keduanya kurang memahami dan menguasai materi debat.

"Sikap mereka ketika debat dianggap tidak tahu, belum punya pengalaman, dan menjanjikan sesuatu padahal tidak mengerti," jelasnya.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf dinilai banyak merincikan kembali pencapaian mereka dan akan melanjutkan program-program terdahulu. Keduanya dinilai belum menawarkan program-program baru.

Ia juga memaparkan netizen masih menyoroti ciri khas Sandiaga yang menyebutkan nama-nama masyarakat sebagaimana dilakukan Sandiaga pada debat terdahulu. (ulf/eks)