Profesor dari Universitas Hawaii, Larry Kimura menjadi sosok yang mengadopsi nama tersebut. Sebagai bagian dari proyek EHT, Kimura diminta oleh para astronom untuk terlibat dalam mencari nama lubang hitam super masif tersebut.
"Mendapatkan hak istimewa untuk memberikan nama Hawaii kepada lubang hitam yang sangat berarti bagi saya dan garis keturunan Hawaii saya yang berasal dari po," kata Kimura seperti dilansir CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Katalog Messier diterbitkan pada 1771, berisi 110 objek dan 87 objek di antaranya adalah galaksi M87.
Kendati demikian, opsi pemilihan nama lubang hitam masih harus menunggu pengakuan sah dari Lembaga Astronomi Internasional (International Astronomical Union/ IAU).
Lihat juga:Cara Astronom Ambil Gambar Lubang Hitam |
Hasil temuan ini kemudian diumumkan dalam konferensi pers secara simultan di Brussels, Shanghai, Tokyo, Washington, Santiago, dan Taipei. Hasil foto ini diperoleh dari menggabungkan gelombang radio yang dilihat oleh delapan teleskop yang dipasang di Hawaii, Arizona, Spanyol, Meksiko, Chili dan Kutub Selatan. (din/evn)