Ragam Penamaan Lubang Hitam, Powehi Hingga MH87

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 11:59 WIB
Ragam Penamaan Lubang Hitam, Powehi Hingga MH87 Foto lubang hitam pertama yang berhasil diabadikan. (Foto: Event Horizon Telescope Collaboration/Maunakea Observatories via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lubang hitam atau black hole yang pertama kali berhasil diabadikan menggunakan Event Horizon Telescope (EHT) pada Rabu (10/4) dikabarkan akan diberi nama 'Powehi'.

Profesor dari Universitas Hawaii, Larry Kimura menjadi sosok yang mengadopsi nama tersebut. Sebagai bagian dari proyek EHT, Kimura diminta oleh para astronom untuk terlibat dalam mencari nama lubang hitam super masif tersebut.

"Mendapatkan hak istimewa untuk memberikan nama Hawaii kepada lubang hitam yang sangat berarti bagi saya dan garis keturunan Hawaii saya yang berasal dari po," kata Kimura seperti dilansir CNN.


"Saya harap kita dapat terus memberi nama lubang hitam di masa depan yang berasal dari astronomi Hawaii menurut Kumulipo."

Powehi diambil dari frasa Hawaii yang memiliki arti sumber gelap ciptaan yang tak berkesudahan. Powehi juga dikenal sebagai nyanyian Hawaii abad ke-18 yang mengisahkan tentang penciptaan.

Selain Powehi, ada usulan nama lain yang diberikan untuk lubang hitam yang didokumentasikan oleh Katie Bouman tersebut. Mengnigat letaknya yang berada di jantung galaksi Messier 87, sejumlah ilmuwan menamakannya M87* -- tanda bintang di ujung mengindikasikan pusat galaksi.

Katalog Messier diterbitkan pada 1771, berisi 110 objek dan 87 objek di antaranya adalah galaksi M87.

Kendati demikian, opsi pemilihan nama lubang hitam masih harus menunggu pengakuan sah dari Lembaga Astronomi Internasional (International Astronomical Union/ IAU).

Kemunculan usulan nama lubang hitam menyusul dirilisnya foto pertama lubang hitam yang berhasil diabadikan oleh tim astronom. Gambar inti gelap dengan lingkaran gas dan plasma berwarna oranye-api menunjukkan lubang hitam supermasif berjarak 50 juta tahun cahaya dari planet Bumi, di jantung galaksi yang disebut M87.

Hasil temuan ini kemudian diumumkan dalam konferensi pers secara simultan di Brussels, Shanghai, Tokyo, Washington, Santiago, dan Taipei. Hasil foto ini diperoleh dari menggabungkan gelombang radio yang dilihat oleh delapan teleskop yang dipasang di Hawaii, Arizona, Spanyol, Meksiko, Chili dan Kutub Selatan. (din/evn)




BACA JUGA