Mantan Bos VW Didakwa Melakukan Penipuan Dieselgate

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 17:59 WIB
Mantan Bos VW Didakwa Melakukan Penipuan <i>Dieselgate</i> Martin Winterkorn, mantan CEO Volkswagen. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa Penuntut Jerman, Senin (15/4), mendakwa mantan kepala eksekutif Volkswagen, Martin Winterkorn dan empat manajer lain melakukan penipuan atas kasus "dieselgate".

Dakwaan ini terkait perangkat lunak untuk memanipulasi hasil uji emisi pada 11 juta mobil Volkswagen di seluruh dunia.

Beberapa tuduhan terhadap mantan kepala eksekutif itu adalah kasus penipuan yang telah membawa dampak yang sangat serius, pelanggaran hukum terhadap persaingan tidak sehat, dan melanggar kepercayaan konsumen.


Sejauh ini Winterkorn adalah mantan CEO VW yang bertanggung jawab atas 11 juta mobil diesel Volkswagen yang dilengkapi 'perangkat penipu' di dunia.

Peranti tersebut mampu mengecoh sensor uji emisi, yang pada kenyataannya emisi kendaraan yang disemburkan di atas ambang batas aman. Skandal itu akhir disebut dieselgate karena melibatkan banyak pihak dan terencana.

Selain VW, beberapa anak merek lain yang terkena imbasnya adalah Audi, Porsche, Skoda, dan Seat.

Pada pertengahan tahun lalu, pengadilan Jerman telah mendenda Volkswagen AG sebesar US$1,2 miliar atau setara Rp16,7 triliun atas kasus dieselgate di industri otomotif dunia.

Kasus mobil diesel yang mengganjal Volkswagen AG mulai 2015 tersebar di seluruh dunia yang akhirnya mencoreng nama besar manufaktur asal Jerman tersebut.

"Ini adalah salah satu denda tertinggi yang pernah dikenakan pada sebuah perusahaan di Jerman," kata Kejaksaan Braunschweig dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

Setelah skandal menimpa perusahaan mobil Jerman Volkswagen pada 2015, Martin Winterkorn akhirnya mengundurkan diri setelah menjabat sebagai CEO Volkswagen (VLKAY) selama delapan tahun.

Sejak kasus skandal muncul, internal VW mengalami kegaduhan. Winterkom yang mundur harus digantikan oleh Matthias Mueller yang belakangan dikabarkan menjalani pemeriksaan atas kasus sama. (and/mik)