CEO Gojek Dijadwalkan Nyoblos di TPS Jusuf Kalla

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 09:12 WIB
CEO Gojek Dijadwalkan Nyoblos di TPS Jusuf Kalla Sejumlah warga sudah mulai antre di TPS 04, tempat Jusuf Kalla "Nyoblos", Rabu (17/4). (Foto: CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Gojek Nadiem Makarim dijadwalkan mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada Rabu (17/4). Nama bos salah satu Decacorn Indonesia itu terdaftar di TPS 04, Jl Brawijaya, Kelurahan/Desa Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah warga terlihat sudah hadir sejak 7.45 WIB. Pemungutan suara dimulai hampir pukul 08.00 WIB.

JK dijadwalkan hadir pukul 09.00 WIB bersama sang istri, Mufidah Jusuf Kalla, dan anaknya Chairani Jusuf Kalla. Belum diketahui pasti kapan Nadiem akan datang mencoblos.


Sejumlah pihak keamanan dan petugas pun tak mendapatkan informasi mengenai kedatangan Nadiem ke TPS. Sejauh ini belum ada tanda-tanda dia akan hadir.


CEO Gojek Dijadwalkan Nyoblos di Nadiem Makarim, CEO Gojek. (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Dari sisi keamanan, terlihat penjagaan ketat di TPS 04 dibanding sebagian besar TPS lainnya. Sejumlah Paspamres, polisi, dan TNI sudah menyebar di berbagai titik dan TPS 04 juga dilengkapi pintu pemeriksaan X-ray.

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 04 berjumlah 250 orang dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) 11 orang. Total masyarakat yang akan menggunakan hak suaranya di TPS ini sebanyak 261 orang.

Salah satu pihak keamanan yang enggan disebutkan namanya mengatakan sejumlah pihak seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memantau TPS ini. Namun, tak diketahui pasti jam berapa ia akan datang.

"Mungkin ada Pak Gubernur dampingi, tapi tidak tahu jam berapa," katanya kepada CNNIndonesia.com.

TPS tempat Jusuf Kalla mencoblos terlihat polos tanpa banyak ornamen. TPS hanya berupa tenda berwarna putih, tanpa ada embel-embel meriah lainnya. Kursi tempat warga menunggu ditutupi kain hitam sementara petugas TPS kompak menggunakan seragam batik. (aud/fea)