Kuis PilahPilihPilpres, 'Pemanasan' Sebelum Pilih 01 atau 02

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 20:34 WIB
Kuis PilahPilihPilpres, 'Pemanasan' Sebelum Pilih 01 atau 02 Kandidat capres dan cawapres saat debat terakhir Pilpres 2019. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada cara seru untuk menikmati pesta demokrasi lima tahunan. Untuk meregangkan otot-otot yang tegang jelang pencoblosan, Anda bisa seru-seruan menjawab serangkaian pertanyaan terkait pasangan calon presiden dan wakil presiden lewat kuis bertajuk Pilah Pilih Pilpres.

Untuk bermain kuis ini, Anda bisa mengaksesnya melalui peramban (browser) pada komputer dan ponsel atau tablet. Cukup ketikkan alamat situs pilahpilihpilpres.com, nantinya akan ada 16 pertanyaan yang harus dijawab untuk melihat preferensi calon presiden yang Anda pilih.

Masing-masing pertanyaan berisi pandangan soal kebijakan masing-masing kandidat terhadap beragam isu di Indonesia. Setiap jawaban bisa saja terkait dengan pandangan salah satu pasangan kandidat capres dan cawapres.


Namun, ada juga jawaban yang justru tidak mengakomodasi pandangan kandidat dari kedua kubu.

Setelah merampungkan enam belas pertanyaan, seluruh jawaban Anda akan diakumulasi dan dihitung untuk melihat kecenderungan pandangan pada kandidat pasangan capres yang mana.

Ada tiga kemungkinan dari akumulasi ini, condong pada kbu Jokowi, kubu Prabowo, atau pandangan yang sama sekali tidak condong pada kedua kubu yang bersaing.

Saat CNNIndonesia.com mencoba kuis ini, di akhir pertanyaan akan dikompilasi kencenderungan pandangan lebih dominan ke pasangan mana.

Sebenarnya, pengguna bisa mengecek kunci jawaban untuk semua pertanyaan. Masing-masing jawaban dijabarkan dengan rinci berdasarkan pernyataan, kutipan dari berbagai sumber seperti media, transkrip radio, hingga pernyataan saat debat kandidat untuk melihat pandangan setiap calon.

Topik yang dijadikan pertanyaan antara lain langkah penanggulangan korupsi pejabat, sikap terhadap kandidat yang pernah terlibat kasus korupsi, strategi mengatasi terorisme, pandangan terhadap impor pangan, penggunaan kelapa sawit sebagai pengganti BBM, penuntasan kasus HAM di masa lalu, pandangan perekrutan perempuan dalam kegiatan politik.

Topik lainnya yakni pandangan terkait kondisi kebudayaan Indonesia, akar masalah pengangguran, penyelenggaraan Ujian Nasional, sektor luar negeri utama Indonesia, pandangan terkait pengurangan pajak, cara meningkatkan penerimaan pajak Indonesia, pandangan terkait Industri 4.0, pengembangan Industri kreatif, serta yang paling terakhir, adalah kecenderungan keberpihakan Anda yang mengikuti kuis.

Tim pengembang mengakui jika kuis Pilah Pilih Pilpres memiliki sejumlah keterbatasan lantaran tidak menyertakan semua isu yang diangkan oleh kedua kandidat.

"Selain disebabkan keterbatasan waktu, tenaga, dan latar belakang kepakaran tim pembuat kuis, kesulitan ini juga disebabkan ada kalanya kedua paslon tidak memiliki kerangka yang konsisten dan/atau mudah disederhanakan," tulis tim pengembang.

Tim PilahPilihPilpres mengutarakan bahwa kuis ini dirancang secara independen dan tidak berafiliasi dengan entitas manapun di dalam maupun luar negeri. Termasuk dengan pihak pemerintah, partai politik, pihak swasta, maupun lembaga non-pemerintah. (lea/evn)