Persiapan ini idlakukan di high bay 1, fasilitas laboratorium pendorong jet milik NASA di Pasadena, California, AS. Sejumlah komponen persiapan eksplorasi mulai dari sistem peluncuran hingga pendaratan mulai dilakukan.
Rover ini didesain serupa Curiosity dengan penambahan serangkaian penelitian, seperti tangan robotik yang bisa mengebor permukaan tanah dan mengumpulkan sampel bebatuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menyiapkan semua perangkat adalah pencapaian penting dalam misi kami. Senang rasanya bisa melihat perangkat disiapkan dengan baik seakan menunggu komponen selanjutnya dipasang," terang Gruel seperti dilansir Nineplanets.
Usai proses ini, NASA akan melakukan proses pemindahan ke pabrik pengetesan yang melakukan tes akustik yang meliputi 'hujan' gelombang suara seperti halnya yang terjadi ketika pesawat luar angkasa menembus atmosfer.
"Setelah uji akustik dan vakum, pesawat akan dibongkar kembali untuk melalui serangkaian percobaan. Semuanya akan dilakukan sampai roket Atlas selesai dirakit dan rover menuju Monas pada Juli 2020. Sejauh ini akan ada serangkaian proses perakitan, uji coba, dan modifikasi," terang Gruel.
Menyusul rencana ini, dalam laman resminya NASA mengungkapkan akan mengirimkan rover penjelajah yang membawa rover ke Mars pada Juli atau Agustus 2020 dari Cape Canaveral, AS. Rover ini akan bertugas melakukan penelitian jangka panjang dengan mencari jejak kehidupan mikroba masa lampau hingga mengidentifikasi sumber daya pendukung kehidupan di Planet Merah.
[Gambas:Video CNN] (lea/evn)