Kelly mengatakan hal tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya yang sempat menghubi Stasiun Luar Angkasa (ISS) selama 340 hari. Kelly membandingkan perubahan genetiknya dengan saudara kembar identiknya, Mark yang berada di Bumi.
Selama setahun, Kelly dan Mark memberikan sampel darah, air liur dan urin kepada sejumlah tim peneliti NASA. Setiap beberapa minggu, sampel biologis beku Scott diangkut ke ISS untuk diteliti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain perubahan fisik, NASA juga mencatat jika manusia yang berada lama di ruang angkasa bisa mengalami perubahan mental. Arteri karotis dan retina Kelly diketahui menebal meski dianggap sebagai hal yang biasa terjadi selama misi ke ruang angkasa.
Mengutip Engadget, Chris Mason, peneliti yang khusus mempelajari ekspresi gen menganalisis gen Kelly dan Mark. Mason dan tim menyimpulkan jika perubahan dramatis dalam ekspresi gen terutama dalam kurun waktu enam bulan sebelum misi berakhir menjadi momen perubahan drastis gen Kelly.
Kemampuan kognitif Kelly diketahui juga menurun setelah satu tahun menghuni ISS. Ketika diberi suntikan influenza saat di ruang angkasa, tubuhnya tak memberikan respons aneh. Hal ini membuktikan jika sistem kekebalan tubuh manusia tidak terpengaruh selama penerbangan ke ruang angkasa. (din/evn)