Astronaut NASA Sebut Ruang Angkasa Picu Perubahan Gen Manusia

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 17:54 WIB
Astronaut NASA Sebut Ruang Angkasa Picu Perubahan Gen Manusia Ilustrasi. (Foto: Scott Audette)
Jakarta, CNN Indonesia -- Scott Kelly, astronaut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan manusia yang menghuni ruang angkasa selama satu tahun bisa mengalami berbagai perubahan genetik.

Kelly mengatakan hal tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya yang sempat menghubi Stasiun Luar Angkasa (ISS) selama 340 hari. Kelly membandingkan perubahan genetiknya dengan saudara kembar identiknya, Mark yang berada di Bumi.

Selama setahun, Kelly dan Mark memberikan sampel darah, air liur dan urin kepada sejumlah tim peneliti NASA. Setiap beberapa minggu, sampel biologis beku Scott diangkut ke ISS untuk diteliti.


Hasilnya, NASA menemukan bahwa telomer Kelly yang sempat berada di luar angkasa bertambah panjang. Telomer sendiri merupakan sebuah tutup pelindung di ujung kromosom dan menjadi lebih pendek seiring bertambahnya usia manusia.

Dilaporkan Cnet, temuan ini mengejutkan tim ilmuwan di program riset manusia NASA. Sejauh ini NASA menggunakan telomer sebagai cara untuk mengukur penuaan manusia.

Ketika kembali ke Bumi, telomer dalam tubuh Kelly mulai menyusut dan menjadi lebih pendek dibandingkan sebelum memulai misi ke ISS. Telomer yang pendek itu terkait dengan penuaan dan munculnya sejumlah penyakit dalam tubuh Kelly.

Selain perubahan fisik, NASA juga mencatat jika manusia yang berada lama di ruang angkasa bisa mengalami perubahan mental. Arteri karotis dan retina Kelly diketahui menebal meski dianggap sebagai hal yang biasa terjadi selama misi ke ruang angkasa.

Disamping itu, ia juga mengeluhkan merasa kakinya bengkak seperti buah semangka setiap kaki terbangun.

Mengutip Engadget, Chris Mason, peneliti yang khusus mempelajari ekspresi gen menganalisis gen Kelly dan Mark. Mason dan tim menyimpulkan jika perubahan dramatis dalam ekspresi gen terutama dalam kurun waktu enam bulan sebelum misi berakhir menjadi momen perubahan drastis gen Kelly.

Kemampuan kognitif Kelly diketahui juga menurun setelah satu tahun menghuni ISS. Ketika diberi suntikan influenza saat di ruang angkasa, tubuhnya tak memberikan respons aneh. Hal ini membuktikan jika sistem kekebalan tubuh manusia tidak terpengaruh selama penerbangan ke ruang angkasa. (din/evn)