AS Buat Pedoman Laporan Jika Melihat UFO

CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 17:40 WIB
AS Buat Pedoman Laporan Jika Melihat UFO Ilustrasi (Twitter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan Laut Amerika Serikat telah menyusun pedoman bagi para pilot yang ada di satuan kerja maritim jika melihat UFO alias benda-benda 'terbang' yang ada di langit ketika mereka mengudara. Pedoman ini diberikan agar pihak militer dapat segara melacak benda tersebut.

"Angkatan laut sedang memperbarui dan meresmikan proses di mana laporan tentang dugaan serbuan [benda-benda terbang] semacam itu dapat dilakukan kepada pihak yang berwenang," kata Juru Bicara Angkatan Laut AS dikutip CNN.

Hal ini dilakukan sebagai reaksi atas sejumlah kesaksian atas pesawat terbang canggih yang mengganggu kelompok penyerang AL AS, formasi dan fasilitas militer AS lain. 


Meskipun Angkatan Laut AS tidak berpendapat ada alien yang terbang di wilayah udara AS, namun pihaknya mendapatkan sejumlah laporan yang menyatakan telah melihat beberapa pesawat yang tidak dikenal di wilayah mereka.

"Jenis serangan ini dapat berpotensi menjadi risiko keamanan dan menimbulkan bahaya bagi keselamatan penerbangan Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS. Terkait masalah keselamatan dan keamanan, Angkatan Laut AS dan USAF telah menangani laporan ini secara serius," ujar Juru Bicara Angkatan Udara AS.

Namun menurut salah seorang pejabat senior militer, benda-benda yang mencurigakan di langit AS itu merupakan bagian dari program penerbangan militer rahasia yang sedang di uji coba di Amerika Serikat bagian barat.

Departemen Pertahanan AS atau yang biasa disebut Pentagon sebenarnya sempat berupaya untuk mengevaluasi serangan dan fenomena di langit yang tidak dapat dijelaskan ini.

Sebelumnya, Politico pertama kali yang melaporkan bahwa Angkatan Laut AS telah menyelesaikan draf atau pedoman bagi para pilot yang melihat keganjalan yang ada di langit AS.

Langkah yang dilakukan Angkatan Laut AS itu juga didasari oleh program Pentagon yang mendirikan kantor khusus guna mempelajari UFO dan UAP (Aerial Phenomena). Pentagon menghabiskan dana sekitar US$25 juta untuk membangun kantor tersebut.

Namun kantor riset UFO Pentagon yang dikenal sebagai Program Identiikasi Ancaman Aerospace Tingkat Lanjut secara resmi ditutup pada 2012 silam.

Kantor itu telah menghabiskan US$25 juta untuk membuat serangkaian studi dan mengevaluasi berbagai serangan yang sulit dijelaskan. Salah satunya adalah mempelajari atas serangan terhadap jet tempur Angkatan Laut AS yang dikalahkan oleh objek terbang tak dikenal pada 2004. Objek terbang itu bahkan terbang dengan cara yang menentang hukum fisika yang dikenal manusia. (din/eks)