Dilansir dari TechCrunch, sistem ini akan dimulai dengan Polestar 2, kendaraan listrik yang dikembangkan oleh Volvo.
Google mengumumkan bahwa pengembang aplikasi media dapat menciptakan pengalaman hiburan baru untuk Android Automotive OS dan Polestar 2
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi alih-alih menjalankan smartphone dan tablet, Google memodifikasi sehingga bisa digunakan di mobil.
Lihat juga:Crane di Proyek Gedung Google Jatuh, 4 Tewas |
Ramic mencatat bahwa sistem yang ditampilkan di Jenewa telah membaik dan sekarang telah memperbarui Google Maps dan pusat media yang memungkinkan aplikasi pihak ketiga seperti Spotify, NPR dan YouTube Music berfungsi lebih mulus di kendaraan.
Aplikasi ini akan siap ketika kendaraan memasuki produksi yang dijadwalkan akan dimulai pada awal 2020 di pabriknya di Chengdu, China. Perusahaan ini awalnya menargetkan penjualan di China, AS, Kanada, dan beberapa negara Eropa yang meliputi Belgia, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris.
Polestar bukan satu-satunya perusahaan dengan rencana untuk memasukkan versi sistem operasi Android-nya ke dalam sistem infotainment mobilnya. Volvo mengumumkan pada 2017 bahwa mereka akan menggunakan OS Android dan akan menanamkan Google Assistant yang dikontrol suara, Google Play Store, Google Maps dan layanan Google lainnya ke dalam sistem infotainment Sensus generasi berikutnya. (age)