Google Akan Tambah Fitur Hapus Riwayat Lokasi

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 08:13 WIB
Google Akan Tambah Fitur Hapus Riwayat Lokasi Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agnes Savithri)
Jakarta, CNN Indonesia --
Google tengah mempersiapkan fitur terbaru yang memungkinkan pengguna nya untuk secara otomatis menghapus Riwayat Lokasi dan bit data aktivitas pada situs dan aplikasi Google.
Pengguna dapat menghapus data tersebut setelah tiga atau 18 bulan ke depan dan Google akan mengambil alih peran untuk menghapus Riwayat Lokasi dan aktivitas pengguna pada situs dan aplikasi mereka.
Dilansir dari The Verge, guna menikmati fitur ini, pengguna dapat pergi ke pengaturan yang ada di situs atau aplikasi Google, lalu mematikan pengaturan 'Aktivitas Web dan Aplikasi'. Disebut-sebut, kedua fitur itu bakal diumumkan hari ini (2/5).
Selain itu, Google mengatakan bahwa langkah ini bukan satu-satu nya usaha Google untuk melindungi data pengguna. Artinya, ke depan akan banyak fitur-fitur serupa demi kenyamanan pengguna seperti yang dilaporkan Engadget.
Sebelumnya, Google mengakui bahwa perusahaan telah membuat kesalahan mengenai masalah privasi di depan Komite Senat Amerika Serikat pada September lalu.
Saat itu pemerintah Amerika Serikat juga telah memiliki pendekatan baru terhadap privasi data konsumen. Pendekatan baru ini dinilai dapat memicu peraturan baru perusahaan internet.
Langkah yang dilakukan Komite Senat AS ini berawal dari peningkatan aturan perlindungan data yang diberlakukan oleh Uni Eropa dan Undang-undang Privasi yang diberlakukan di California, AS.
Di tahun yang sama pada bulan Oktober, Google kembali diterpa masalah terkait dugaan kebocoran data terhadap 500 ribu akun. Kebocoran data ini disebut-sebut berasal dari bug dan glitch.
Google sendiri telah mendeteksi bug ini sejak Maret 2018 dan memilih untuk tidak melaporkannya karena takut terhadap pengawasan dari regulator.
Salah satu penyebab data privasi Google+ yakni Bug, dapat mengekspos informasi akun Google+ seperti nama, alamat email, pekerjaa, jenis kelamin dan usia. Data itu tetap tersekspos meskipun pengaturan privasi telah disetel "private" bukan "public".
Perusahaan milik Alphabet ini menemukan fungsi bug sebagai bagian dari Project Strobe yang memiliki misi untuk meninjau akses pengembang ketiga ke akun Google dan Android.



(din/age)