Facebook Buat VR Menyerupai Manusia

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 10:59 WIB
Facebook Buat VR Menyerupai Manusia Ilustrasi. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook mengumumkan akan mengerjakan teknologi Virtual Reality yang didesain layaknya manusia sungguhan. Selain itu, perusahaan raksasa jejaring sosial ini tengah menghidupkan model kerangka manusia secara anatomis.

Langkah ini diumumkan Facebook pada konferensi pengembang F8 tahunanya pada Rabu (1/5). Perusahaan juga merekonstruksi dan mensimulasikan pakaian yang dikenakan pengguna seperti yang diberitakan CNN.

Guna mensimulasikan pakaian itu, Zuckerberg dan tim menggunakan perangkat lunak berbasis fisika untuk mengetahui bagaimana pakaian saat bergerak secara virtual ketika mereka melakukan sejumlah hal seperti menari atau meregangkan tubuh.


Sebagai contoh, sebelumnya Facebook telah memiliki headset VR yakni Oculus Quest yang dapat memungkinkan pengguna melihat seluruh tubuh 'manusia virtual'. Namun, pengguna hanya dapat mengontrol kepala dan tangannya saja.
Pada kesempatan yang sama periset Oculus Ronald Mallet memaparkan video soal prototipe dari avatar Hyper-Realistic VR. Di dalam video itu, terlihat seorang pria dan wanita bergerak di ruangan besar mengenakan headset VR.

Sementara itu versi virtual mereka tengah bermain sepak bola di lapangan virtual dengan bola sepak digital. Ketika mereka mengangkat tangan dan menendang kaki, avatar VR mereka akan melakukan hal yang sama.

Mallet mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang tengah dihadapi yakni belum ada cara untuk menghasilkan vesi digital dari diri pengguna dengan sensor yang tersedia. Facebook juga perlu menentukan cara terbaik guna menjaga VR ini tetap aman.

"Kami masih harus bertahun-tahun untuk mengerjakan teknologi semacam ini," kata dia.

Di sisi lain, Oculus sempat mengakui telah mengalami kesalahan dalam pengiriman data. Pesan yang bocor ke khalayak itu merupakan karakter fisik yang tersembunyi dalam puluhan ribu pengendali gerak Oculus baru.
Juru Bicara Oculus Nate Mitchell mengungkapkan bahwa adopter awal yang dikirim ke tempat yang seharusnya yakni ke tangan pengulas dan pengembang adalah bentuk penghormatan kepada para ahli dekontruksi perangkat iFixit, yang mempublikasikan teardown yang rapi dan terperinci terkait hal apa saja.

Namun beberapa perangkat yang telah dikirim ke rantai pasokan pasar konsumen secara tidak sengaja dikirim dengan kata-kata seperti ada fitur tersembunyi. (din/age)