Rudiantara: Konsolidasi Operator Ada di Tangan Pemegang Saham

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 12:09 WIB
Rudiantara: Konsolidasi Operator Ada di Tangan Pemegang Saham Menkominfo Rudiantara. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyebutkan konsolidasi operator layanan telekomunikasi merupakan keputusan pemegang saham, bukan keputusan manajemen level atas perusahaan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebutkan kebijakan konsolidasi bukan di ranah keputusan pemerintah, tapi di ranah operator telekomunikasi.

"Konsolidasi merger strukturnya itu keputusannya bukan di pemerintah. Tapi di operator dan bukan di manajeman tapi pemegang saham," ujar Rudiantara dalam Indonesia Technology Forum, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2/5).
Rudiantara mengatakan sulit untuk membujuk pemegang saham agar mau mengonsolidasi perusahan dengan oeprator lain. Padahal Rudiantara menyebutkan konsolidasi dibutuhkan untuk menyehatkan industri telekomunikasi.


"Membujuk pemegang saham untuk konsolidasi susah. Apalagi kalau pemegang saham banyak duit. Kalau perusahaan menderita juga dia tetap orang kaya," kata Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan kondisi industri telekomunikasl dl Indonesia belum ideal karena terlalu banyak pemain.

Saat Ini ada enam pemain operator yaitu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo. Smartfren, Hutchison 3 Indonesia, dan Sampoerna Telekomunikasi lndonesia.

Rudiantara mengatakan menyehatkan industri telekomunikasi merupakan hutangnya sejak 2015 silam.

"Betul memang ini hutang saya sejak awal 2015. Kita harus melakukan ini dan kita akan menyesal kalau lakukan ini," kata Rudiantara.

Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), untuk pertama kalinya dalam sejarah, industri telekomunikasi lndonesia mengalami pertumbuhan minus 6,4 persen pada 2018.

Pada 2017 industri telekomunikasi masih mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 158 triliun. Pada 2018 nominal turun menjadi Rp 148 triliun. (jnp/age)