Kominfo Janjikan Palapa Ring Timur Rampung Pertengahan 2019

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 14:10 WIB
Kominfo Janjikan Palapa Ring Timur Rampung Pertengahan 2019 Ilustrasi pembangunan proyek Palapa Ring. (Foto: Dok. Biro Humas Kominfo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terus mengebut perampungan pembangunan infrastruktur kabel optik Palapa Ring. Di antara tiga paket proyek internet berkecepatan tinggi ini, paket timur menjadi satu-satunya yang pembangunannya belum rampung.

Menkominfo Rudiantara menargetkan Palapa Ring Timur rampung pada pertengahan 2019. Sejauh ini, Telkom dan Indosat melakukan uji coba untuk Palapa Ring Tengah. Sementara XL Axiata, Telkomsel, dan Smartfren sudah menggunakan Palapa Ring Barat.

"Jadwalnya perkiraan Mei atau Juni, sekarang masih 94 persen, target 2019 selesai.  Nanti bulan Juni katakanlah selesai," ujar Rudiantara usai acara Palapa Ring Techno Fest di Kantor Kemkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (20/3).


Palapa Ring Timur ini digarap oleh PT Palapa Timur Telematika sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP). Proyek Palapa Ring digelar oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bersama BUP untuk menjangka 90 kabupaten atau kota di Indonesia yang infrastruktur jaringan internetnya belum dibangun oleh pihak swasta.

Rudiantara kemudian bercerita mengapa  Palapa Ring Timur memakan waktu perampungan yang lebih lama dibandingkan paket lainnya. Masalah geografis menjadi masalah utama penggarapan Palapa Ring Timur yang meliputi wilayah wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

"Di Papua itu banyak gunung yang kita harus pasang tower dan di sana tidak ada jalan. Jadi menggunakan helikopter komunikasinya. Harus babat hutan untuk tapak tower," ucapnya.

Dibanding proyek barat dan tengah, Palapa Ring Timur tergolong yang paling berat jika dilihat dari total panjang jaringan mencapai 8.500 kilometer dan menjadikannya sebagai yang terpanjang dari seluruh proyek Palapa Ring.

"Timur memang berat tetapi kami tidak menyerah karena harus mengkoneksikan seluruh kabupaten dan kota madya di Indonesia dengan internet kecepatan tinggi," ucapnya.

Rudiantara berharap pembangunan infrastruktur tulang punggung jaringan internet ini bisa digunakan oleh operator untuk melayani masyarakat dengan penyediaan jaringan internet cepat.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)