IIMS 2019

Kasasi Ditolak MA, Honda Sejak Awal Yakin Bakal Dikabulkan

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 04:02 WIB
Kasasi Ditolak MA, Honda Sejak Awal Yakin Bakal Dikabulkan Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Astra Honda Motor (AHM) kecewa keputusan majelis hakim MA (Mahkamah Agung). AHM kecewa penolakan kasasi MA terhadap putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal pengaturan harga motor.

Seperti diketahui, keputusan kasasi MA dari Astra Honda Motor (AHM) dan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang ditujukan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal kartel harga skuter matik 110 cc dan 125 cc yang terdaftar 217 K/Pdt.Sus-KPPU/2019 tertanggal 23 April 2019 membuat AHM meradang.

KPPU telah menyatakan dua produsen sepeda motor merek Jepang bersalah pada Februari 2017. Kedua perusahaan terbukti melakukan aktivitas kartel dan melanggar Undang-Undang No 5 Pasal 5‎ Tahun 1999 tentang penetapan harga.


"Kami sangat kecewa karena kami dari awal sudah yakin dari awal MA akan mengabulkan kasasi kami," kata Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya di Telkomsel IIMS 2019 di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/5).

Menurut Thomas pihaknya belum bisa menyimpulkan terkait putusan MA itu selain menumpahkan rasa kekecewaan kepada MA. Ia hanya menegaskan segala tuduhan persekongkolan bersama Yamaha tidak benar.

Dijelaskan Thomas, pihak AHM masih menunggu salinan putusan yang belum diterima sampai dengan saat ini.

"Kami juga belum menerima salinan dari hasil putusan itu. Sehingga secara detail kami belum tahu. Jadi kenapa ditolaknya, faktor apa belum tau," ucap Thomas.

Thomas menambahkan bahwa seluruh tindak lanjut termasuk upaya hukum berikutnya baru bisa diputuskan seusai menerima salinan putusan MA. Pihaknya seperti dikatakan Thomas ada kemungkinan bakal melakukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan kasasi MA.

"Apa nanti akan PK dan selanjutnya. Jadi kami perlu mempelajari penolakan kasasi itu apa saja yang menjadi poinnya. Maka kami akan mempelajari betul-betul apa yang jadi dasar penolakan kasasi itu," tutup Thomas. (ryh/mik)