Berbeda dengan sistem drainase pada umumnya, drainase vertikal merupakan tipe drainase untuk mengontrol air tanah melalui sumur.
Drainase vertikal memungkinkan otomatisasi kontrol kadar air tanah. Bagi pekerja konstruksi, mekanisme ini bisa meningkatkan produktivitas kerja sebanyak tiga hingga lima kali dan pasokan air juga menjadi lebih ekonomis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Cawater, drainase vertikal bekerja dengan dilengkapi sistem vakum, pipa, dan pipa bawah tanah serta elemen yang menyediakan irigasi ladang.
Sumur dilengkapi filter yang terbuat dari pipa logam. Untuk memudahkan pemeliharaan, sumur vertikal disatukan dalam sistem yang terdiri dari 20 hingga 100 sumur.
Saat volume air meningkat, drainase vertikal akan bekerja dengan memompa sumur yang telah dihidupkan kemudian mengaliri area yang telah disiapkan. Ketika memasuki musim kering, pasokan air bisa digunakan untuk pengairan.
Dilansir Cofra, drainase vertikal sebaiknya diterapkan di lokasi dengan kondisi geologis lapisan tanah berbutir kasar atau berkelikil atau pemukiman dengan kadar air yang tinggi. (evn)