Pesawat yang tengah mengangkut 78 orang penumpang itu dilaporkan mendarat dengan tidak mulus (hard landing) di bandara sehingga mesinnya terbakar. Saat itu, pesawat dengan nomor penerbangan Su-1492 itu sempat mengudara dalam perjalanan menuju kota Murmansk. Sekitar 30 menit kemudian, burung besi itu meminta kembali karena mengalami gangguan teknis pada pukul 18.02 waktu setempat.
Sukhoi Superjet 100 ini sebenarnya tak asing di Indonesia. Sebab, tujuh tahun lalu, pesawat Sukhoi Superjet 100 juga sempat jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, ketika sedang unjuk kebolehan. Insiden itu menewaskan 45 orang penumpang dan awak pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Superjet 100 memiliki ketinggian jelajah maksimum 2.400 kilometer dan dengan ketinggian 12.200 kilometer. Panjang pesawat mencapai 29,9 meter dan rentang sayap sebesar 27,8 meter, seperti dikutip laman resmi Aeroflot.
Sukhoi Superjet 100 merupakan pesawat penumpang buatan Rusia yang menjadi simbol kebangkitan industri dirgantara sipil setelah Uni Soviet bubar. Supaya pesawat itu laku, Rusia memberi imbalan subsidi bagi maskapai dalam negeri yang mau menggunakannya. Aeroflot, menjadi pengguna terbesar pesawat itu. Mereka juga mengoperasikan armada Boieng dan Airbus.
Badan Penerbangan dan Antariksa Rusia (Rosaviakosmos) dan Boeing menyetujui pengembangan dan pemasaran bersama Jet Regional Rusia dan Sukhoi. Lalu, IIyushin dan Boeing secara resmi menandatangani perjanjian industri bersama pada Juli 2001.
IIyushin bertanggung jawab atas sertifikasi pesawat sedangkan Boeing bertanggung jawab atas kegiatan pemasaran dan dukungan purna jual seperti dukungan logistik operasional, pemeliharaan dan suku cadang. Namun, pesawat ini berganti nama menjadi Sukhoi Superjet 100 pada Juli 2006.
[Gambas:Video CNN] (din/eks)