Pengamat Sebut Keamanan Situng KPU Tak Tergantung ISO

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 15:52 WIB
Pengamat Sebut Keamanan Situng KPU Tak Tergantung ISO Ilustrasi (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya mengatakan sertifikat ISO 27001 tidak menjamin keamanan server Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait penyelenggaraan perhitungan suara Pemilu 2019.

Server Sistem Informasi Penghitungan Suara (situng) KPU sebelumnya disebut oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon tidak mengantongi ISO.

Namun Alfons mengungkap perlu atau tidaknya sertifikasi ISO tergantuing dari topologi jaringan server itu sendiri. Menurut Alfons, ISO terutama diperlukan untuk menjaga keamanan server jika ia terhubung ke internet (jaringan terbuka).


Sementara, situng KPU sendiri memiliki sistem jaringan tertutup yang tidak tersambung ke internet, sehingga menurutnya tak membutuhkan sertifikasi keamanan jaringan lewat ISO. Situng sendiri adalah sistem yang digunakan KPU untuk menghitung rekapitulasi suara hasil pemilu secara nasional.

"Secara ideal ISO merupakan suatu standarisasi prosedur. Tapi kalau sistemnya tidak terbuka dan tidak bisa diakses dari internet dan setiap data yang di input (masukkan) ada crosscheck (pengecekan ulang) lagi, ISO bisa saja diperlukan tapi tidak menjamin keamanan juga," kata Alfons saat dihubungi lewat pesan singkat, Selasa (7/5).

Dengan membuat jaringan tertutup untuk Situng, menurut Alfons KPU telah melakukan langkah yang baik. Data yang dimasukkan ke dalam Situng dimasukkan dan dihitung secara manual berdasarkan hasil pemindaian surat C1.

Lebih lanjut Alfons mengatakan langkah KPU tidak menyambungkan server Situng KPU ke internet merupakan langkah yang cerdas. Alfons menekankan meskipun server KPU tetap rentan diretas meskipun telah mengantongi ISO.

"Sebagai gambaran, mau ISO berapa pun yang di sudah di miliki oleh satu server, kalau dikoneksi ke internet itu tetap rentan diretas. Jadi keputusan offline untuk hasil perhitungan suara KPU itu menurut saya lebih cerdas daripada mencari-mencari ISO tapi membuat online," kata Alfons.

Justru Alfons mempertanyakan mengapa ISO sistem server KPU baru dipertanyakan sekarang di saat penghitungan suara tengah dilakukan. Justru Alfons menganggap permasalahan ISO merupakan salah satu penghambat pengumuman hasil pemilu.

"Jadi yang meributkan ISO itu perlu dipertanyakan kemana saja ente sebelum Pemilu? Kok ributnya sekarang pas lagi hitung suara? Seharusnya dilakukan dari jauh hari, jangan sampai menjadi salah satu usaha menghambat pengumuman pemilu," ujar Alfons.

Alfons mengatakan sistem server yang terhubung ke internet sangat rentan untuk diretas meskipun telah memperoleh ISO. Alfons mengakui ISO memang merupakan salah satu standarisasi pengamanan sistem server yang tersambung ke internet.

"ISO merupakan salah satu standar keamanan sistem. Tetapi server yang terkoneksi internet itu bahayanya jauh lebih besar daripada yang bisa di handle (ditangani) ISO," kata Alfons. (jnp/eks)