Nokia: Ponsel yang Dijual di Indonesia Hanya Fokus di 3 Fitur

CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 00:07 WIB
Nokia: Ponsel yang Dijual di Indonesia Hanya Fokus di 3 Fitur Nokia 4.2. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- HMD Global sebagai pemegang lisensi Nokia mengatakan bisnis ponsel di Indonesia hanya berkutat di tiga aspek fitur: baterai, layar, dan kamera.

Head of Marketing HMD Global Indonesia Miranda Warokka  mengatakan pihaknya berusaha untuk mencari celah dengan menjual ponsle yang memiliki fitur unggulan di luar ketiga aspek tersebut. Misalnya dengan memunculkan tombol khusus Google Assistant merupakan salah satu fitur yang menjadi andalan di ponsel teranyar Nokia, 4.2.

"Dari segi pendekatan proposisi penjualan, pasar Indonesia sebenarnya sudah banyak fitur sama. Maka kami berusaha untuk berbeda itu dengan yang tadi. Pasar Indonesia semua orang juga bersaing di hal yang sama. Kalau tidak baterai, kamera, ya layar," ujar Miranda usai acara peluncuran Nokia 4.2 di Jakarta, Selasa (7/5).


Miranda mengatakan Nokia justru menekankan beberapa fitur yang dikesampingkan oleh produsen ponsel pintar lain, seperti Android One murni yang tidak memiliki banyak bloatware.

Kehadiran Android One disebut menstabilkan performa dan konsumsi rendah baterai. Selain itu Miranda mengklaim bahwa tombol khusus Google Assistant yang diusung oleh Nokia 4.2 merupakan fitur pertama di Indonesia.

Nokia: Ponsel yang Dijual di Indonesia Hanya Fokus di 3 FiturTampilan belakang Nokia 4.2. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)

"Masyarakat dan media terbiasa selalu bertanya Nokia ada fitur baru apa, itu karena teredukasi ponsel pintar bertanding di tiga fitur itu di Indonesia. Karena sudah teredukasi seperti itu," imbuhnya.

Miranda menjelaskan alasan pihaknya menyematkan tombol khusus Google Assistant mencoba untuk mengedukasi pasar tentang pentingnya layanan ini beserta fitur turunannya. Fitur turunan tersebut seperti fitur kamera Google Lens, Google Motion, hingga fitur untuk membantu memudahkan aktivitas pengguna.

Ia mengaku Google Assistant memang belum digunakan secara masif di Indonesia. Salah satu kendalanya adalah pengetahuan masyarakat yang belum mengetahui bahwa Google Assistant memiliki banyak fitur.

Menurutnya, ketidaktahuan tersebut membuat Google Assistant dianggap sebelah mata dan kerap dipandang tidak penting.

"Kami Nokia terus terang saja  mengedukasi  bahwa masih banyak edukasi lainnya di luar tiga hal tersebut. Google Assistant sendiri memiliki banyak fungsi seperti well being function lalu fungsi untuk penghemat baterai hingga asisten pribadi," imbuhnya. (jnp/evn)


BACA JUGA