Senior Industry Analyst Tech & Telco Google Indonesia Yudistira Nugroho mengatakan orang Indonesia memanfaatkan waktu tersebut untuk berpikir dan melakukan perbandingan antara satu produk dan lainnya sesuai dengan dana yang disiapkan.
Menariknya, Google mencatat kendati informasi soal ponsel baru diperoleh secara daring namun transaksi pembelian masih dilakukan secara luring di toko fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disamping itu, Yudistira juga mengatakan jika Google Search memudahkan penggunanya membandingkan satu produk dengan lainnya. Dengan cara itu, masyarakat memiliki dua hingga tiga merek di benaknya dan bisa melakukan komparasi dengan mudah.
[Gambas:Video CNN]
Google juga mencatat 64 persen pengguna mengatakan jika layanan pencarian memudahkan mereka untuk membandingkan berbagai opsi. Oleh sebab itu kata Yudistira, penting untuk produsen smartphone menempatkan situsnya pada daftar pencarian pertama agar masyarakat dapat langsung menuju situs tersebut.
Proses panjang pembelian ponsel baru kembali berlanjut dengan mencari spesifikasi dan ulasan untuk membandingkan ponsel yang diincar pada hari kedua hingga hari ke-13/
"Banyak sekali sebenarnya sumber informasi baik daring maupun luring yang digunakan di tahap ini. Riset kami mengungkap yang paling penting itu adalah situs perbandingan, artinya situs-situs yang khusus membandingkan merek ponsel satu dengan lainnya misal GSM Arena," jelas Yudistira.
Selama periode tersebut, Google mencatat sebanyak 97 persen masyarakat mulai mendatangi toko ritel fisik kendati informasi spesifikasi ponsel ditemukan secara online. Para pengunjung toko juga merasa enggan mendengarkan penjelasan petugas toko lantaran sudah memiliki 'bekal' informasi.
"Sebanyak 97 persen masyarakat masih datang ke toko. Saat mereka datang ke toko, mereka masih buka ponsel sendiri untuk mencari spesifikasi maupun ulasan produk," tutur Yudistira.
Survei bertajuk Smartphone Insights 2019 yang dilakukan Google ini dilakukan pada periode November sampai Desember 2018 terhadap 1.730 responden berumur 18 sampai 35 tahun.
Responden yang diambil adalah mereka yang baru membeli ponsel selama tiga bulan. Penelitian yang dilakukan Google Indonesia ini juga disponsori oleh studi dari Android Smartphone Purchase Journey Research tahun 2018 dan Google Smarter Smartphone Buyers Study tahun 2018. (din/evn)