"(Perusahaan) telah meninjau sejumlah masalah yang menyebabkan (masuknya) sejumlah substansi (ke perangkat) dan kami akan mengumumkan kesimpulan itu hari ini atau nanti (saat peluncuran)," jelas Koh.
Sebelumnya, sejumlah jurnalis dan pengguna awal Samsung Galaxy Fold mengeluhkan kalaui layar lipat mereka pecah, terdapat tonjolan, dan berkedip setelah sehari digunakan. Kerusakan ini disebabkan oleh masuknya substansi ke bagian dalam layar akibat mereka menyingkirkan lapisan pelindung layar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya oleh jurnalis The Korea Herald soal kemungkinan Samsung meluncurkan Galaxy Fold di Amerika Serikat dalam waktu dekat Koh mengatakan, "Kami tidak akan terlambat." Pernyataan itu menimbulkan sejumlah spekulasi bahwa peluncuran ponsel lipat Galaxy Fold akan terjadi pada bulan Mei ini.
Selain itu, pengguna mengeluhkan minimnya peringatan untuk tidak mencabut lapisan pelindung layar, rusaknya perangkat setelah beberapa hari pengunaan, hingga munculnya tonjolan di lipatan layar.
Menanggapi masalah krusial yang dialami oleh Galaxy Fold, pihak Samsung bergegas memberikan pernyataan resminya. Saat itu, Samsung berencana untuk memperkuat komponen pelindung layar. Samsung juga akan menambahkan peringatan yang lebih baik terkait lapisan pelindung layar yang sebelumnya dicabut oleh para pengguna.
Lihat juga:Samsung Batal Rilis Galaxy Fold April Ini |
Galaxy Fold diumumkan pertama kali pada gelaran MWC 2019 Februari lalu. Dengan mengusung layar selebar 7,3 inci membuat Galaxy Fold merangkap sebagai ponsel dan tablet sekaligus.
Pengumuman ponsel lipat Samsung itu juga bersamaan dengan Huawei yang juga mengumumkan ponsel lipat miliknya yakni Mate X. (din/eks)