Petinggi Samsung Akhirnya Buka Suara soal Masalah Galaxy Fold

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 01:07 WIB
Petinggi Samsung Akhirnya Buka Suara soal Masalah Galaxy Fold Ilustrasi (Courtesy Samsung/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Samsung dikabarkan bakal meluncurkan secara resmi Galaxy Fold ke pasaran dalam waktu dekat. Hal ini diutarakan CEO Samsung Electronics DJ Koh, Rabu (9/5).

"(Perusahaan) telah meninjau sejumlah masalah yang menyebabkan (masuknya) sejumlah substansi (ke perangkat) dan kami akan mengumumkan kesimpulan itu hari ini atau nanti (saat peluncuran)," jelas Koh.

Sebelumnya, sejumlah jurnalis dan pengguna awal Samsung Galaxy Fold mengeluhkan kalaui layar lipat mereka pecah, terdapat tonjolan, dan berkedip setelah sehari digunakan. Kerusakan ini disebabkan oleh masuknya substansi ke bagian dalam layar akibat mereka menyingkirkan lapisan pelindung layar.


Ini adalah komentar pertama dari pimpinan Samsung setelah berita soal masalah layar Galaxy Fold ramai dibicarakan. Awalnya, Fold direncanakan meluncur pada 26 April. Namun, peluncuran ini diundur akibat masalah layar tersebut.

Saat ditanya oleh jurnalis The Korea Herald soal kemungkinan Samsung meluncurkan Galaxy Fold di Amerika Serikat dalam waktu dekat Koh mengatakan, "Kami tidak akan terlambat." Pernyataan itu menimbulkan sejumlah spekulasi bahwa peluncuran ponsel lipat Galaxy Fold akan terjadi pada bulan Mei ini. 

Dilansir Sam Mobile, Samsung telah menyelesaikan pemeriksaan internal terhadap sejumlah unsur yang menyebabkan masalah pada layar Galaxy Fold. Ponsel lipat ini juga telah diperkuat dengan daya tahan yang cukup kuat di area tengah ponsel dan mengurangi celah antara display dan bezel layar utama untuk mencegah zat-zat eksternal masuk ke dalam perangkat. 

Sebelumnya, Samsung sempat batal merilis Galaxy Fold ke publik yang rencananya akan dilakukan pada 26 April lalu. Penundaan itu dilakukan setelah banyaknya laporan yang mengatakan terdapat kekurangan pada layar lipat ponsel saat dicoba oleh media dan para pembeli pertama Galaxy Fold.

Selain itu, pengguna mengeluhkan minimnya peringatan untuk tidak mencabut lapisan pelindung layar, rusaknya perangkat setelah beberapa hari pengunaan, hingga munculnya tonjolan di lipatan layar.

Menanggapi masalah krusial yang dialami oleh Galaxy Fold, pihak Samsung bergegas memberikan pernyataan resminya. Saat itu, Samsung berencana untuk memperkuat komponen pelindung layar. Samsung juga akan menambahkan peringatan yang lebih baik terkait lapisan pelindung layar yang sebelumnya dicabut oleh para pengguna.

Samsung juga menajmin kepada para penggunannya yang telah melakukan pre-order, bahwa mereka tetap akan mendapatkan Galaxy Fold usai Samsung menyelesaikan masalah yang ada di perangkat awal ponsel lipat mereka.

Galaxy Fold diumumkan pertama kali pada gelaran MWC 2019 Februari lalu. Dengan mengusung layar selebar 7,3 inci membuat Galaxy Fold merangkap sebagai ponsel dan tablet sekaligus.

Pengumuman ponsel lipat Samsung itu juga bersamaan dengan Huawei yang juga mengumumkan ponsel lipat miliknya yakni Mate X. (din/eks)