Ratusan Miliar Aset Bitcoin Bobol Akibat Kelemahan Server

eks, CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 06:04 WIB
Ratusan Miliar Aset Bitcoin Bobol Akibat Kelemahan Server Ilustrasi (Google)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) menyebut peretas memanfaatkan kelemahan server perusahan untuk mencuri bitcoin sebesar US$41 juta atau sekitar Rp588 miliar. Pencurian ini menimpa salah satu perusahaan perdagangan aset kripto, Binance.

Server yang diserang oleh peretas ini berisi private key (kunci pribadi) yang milik pengguna yang digunakan untuk bertransaksi dab membuka data pribadi pengguna. Private key adalah baris kode khusus yang dimiliki pengguna.

"Jadi ketika Binance ini diretas. Yang diretas ini adalah data base yang disimpan dalam servernya Binance," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia Muhammad Deivito Dunggio usai acara KVB Journalist Class di Jakarta, Jumat (10/5).


Oleh karena itu Deivito menampik pencurian aset kripto tersebut melalui peretasan sistem blockchain.

Deivito mengatakan sistem blockchain yang berfungsi sebagai buku kas digital mata uang kripto sangat aman karena menggunakan sistem server yang tersebar (terdesentralisasi).

Bukan menggunakan sistem server terpusat seperti diterapkan pada pusat data. Oleh karena itu untuk bisa membobol teknologi ini, peretas mesti membobol banyak server yang tervalidasi.

Segala bentuk transaksi perdagangan mata uang kripto yang terjadi di platform perdagangan belum tercatat di blockchain. Transaksi ini masih berada di server perusahaan platform perdagangan.

"Jadi segala bentuk jual beli transaksi yang terjadi di platform ini sebenarnya belum masuk ke blockchain. Jadi masih centralised (terpusat) server. Data disimpan di satu server sebelum dimasukkan ke blockchain," tutur Deivito.
Deivito menjelaskan perusahaan perdagangan aset kripto adalah sebuah perusahaan yang mendirikan paltform tempat bertemunya penjual dan pembeli aset kripto.

"Di sini adalah pihak ketiga. Tapi bisa juga langsung tanpa perantara buat pertukaran. Exchange adalah pintu masuk untuk kita agar mendapatkan aset kripto. Misalnya saya punya rupiah dan saya ingin punya bitcoin, ya harus beli di exchange," ujar Deivito.

Deivito mengatakan transaksi aset kripto baru masuk ke blockchain apabila pengguna memindahkan aset kripto dari perusahaan perdagangan A ke perusahaan perdagangan B.

Selain melalui platform perdagangan aset kripto, investor juga bisa secara peer to peer untuk membeli dan menjual aset kripto.

"Transaksi masuk ke blockchain apabila saya memindahkan ke exchange lain karena berpindah server baru. Atau menggunakan peer to peer. Saya langsung ke Anda tanpa gunakan exchange. Itu baru pakai blockchain," ujar Deivito.

Deivito mengatakan Binance sendiri telah menggantikan seluruh bitcoin yang dicuri oleh peretas. Deivito mengatakan Binance menggantikan bitcoin tersebut dengan menggunakan security fund atau dana keamanan.

"Jadi jalan keluar Binance adalah mereka punya security fund yang jamin bila ada pembobolan seperti itu. Sebagai perusahaan exchange terbesar tujuh ribu bitcoin sudah diganti dengan menggunakan security fund itu," kata Deivito. (eks/eks)