Kominfo: Harus Sedikit 'Ribut' Minta Facebook Blokir Hoaks

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 20:25 WIB
Kominfo: Harus Sedikit 'Ribut' Minta Facebook Blokir Hoaks Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan Facebook menjadi jejaring media sosial yang paling tidak menuruti permintaan pemerintah untuk memblokir konten negatif atau hoaks.

Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menanggapi pernyataan Anggota Komisi I DPR Evita Nursanty yang mengatakan bahwa Facebook itu akan menuruti permintaan pemblokiran konten negatif dan hoaks.

"Kami sudah ketemu Facebook.  Dan di situ dia katakan bahwa dia itu sebenarnya  mengikuti pemerintah. Suruh tutup dia tutup. Jadi kerja sama dengan FB ini, tergantung dari kiat.  Kalau kita suruh blokir, dia blokir," kata Ervita saat Rapat Kerja antara Kemenkominfo dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (13/5).


"Mengenai Facebook, FB bisa bicara ke ibu 'saya akan ikuti pemerintah'. Kami akan sampaikan ke ibu datanya berapa yang kami minta di take down, berapa yang mereka lakukan take down Facebook adalah yang paling parah.  Iya betul. Saya dengan senang hati (bagikan data)," balas Rudiantara.

Pria yang kerap disapa Chief RA ini mengakui pihaknya bahkan harus 'ribut' terlebih dahulu dengan Facebook untuk meminta pemblokiran. Rudiantara mengatakan pihaknya  sudah tegas dan akan selalu tegas untuk melakukan pemblokiran konten negatif.

"Dia (FB) bicara dengan ibu kalau pemerintah minta turunkan, saya berikan datanya bu. Kami pun mohon maaf, harus istilahnya 'sedikit berantem' dengan mereka. Tapi kalau minta (pemblokiran) kami minta turun terus. Surat kami layangkan terus," ucapnya.

Usai rapat Rudiantara mengatakan bahwa hal yang dinyatakan Facebook ke Komisi I DPR RI tidak sesuai dengan kenyataan. Menurutnya terkadang permintaan pemerintah memblokir konten yang dianggap melanggar memang tidak sesuai dengan aturan Facebook.

Oleh karena itu Facebook sering membangkang terhadap pemerintah. Rudiantara menjelaskan apabila dibandingkan platform media sosial lalin, Facebook dinilai yang paling parah menuruti permintaan pemblokiran pemerintah.

"Facebook menyampaikan kepada teman-teman Komisi I bahwa kalau pemerintah minta apapun kita ikuti. Makanya saya katakan ayo datang saya kasih angkanya berapa yang diminta Kominfo untuk di take down tapi tidak dilakukan," imbuhnya.

"Kalau ke teman-teman, (FB) bilang apapun yang diminta sama Rudi pasti dituruti," lanjutnya.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)