Facebook Tolak Instagram &WhatsApp Jadi Perusahaan Terpisah

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 20:07 WIB
Facebook Tolak Instagram &WhatsApp Jadi Perusahaan Terpisah Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Eric Gaillard)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook menanggapi kritik pendirinya Chris Hughes yang meminta Mark Zuckerberg untuk melepas Instagram dan WhatsApp dari platform media sosial tersebut.

Alih-alih sepakat dengan masukan Hughes, juru bicara Facebook Nick Clegg mengatakan jika perusahaan menolak permintaan untuk menjadikan WhatsApp dan Instagram sebagai perusahaan terpisah. Clegg mengatakan saat ini perusahaan tengah fokus menggandeng banyak pihak untuk menyiapkan aturan internet.

"Facebook menerima itu [kritik Hughes] jika kesuksesan kerap diikuti dengan akuntabilitas. Tapi kamu tidak bisa memaksa proses akuntabilitas dengan meminta perusahaan Amerika yang telah sukses untuk memisahkan perusahaan," tulis Clegg dalam pernyataan resmi seperti dilansir Reuters.


"Akuntabilitas perusahaan teknologi hanya dapat dicapai melalui pengenalan aturan baru untuk internet dengan susah payah. Itulah yang disebut oleh Mark Zuckerberg."

Sikap Facebook ini menanggapi tulisan opini Hughes pada The New York Times. Ia menuliskan jika Facebook kini telah bertransformasi menjadi perusahaan yang memonopoli dan berkuasa.

Dalam tulisannya, Hughes mengau marah dan kecewa melihat kondisi perusahaan yang didirikannya bersama Mark  Zuckerberg dan Dustin Moskovitz pada 2004 kini terlilit serangkaian skandal.

"Sudah 15 tahun sejak saya ikut mendirikan Facebook di Harvard, dan saya belum bekerja di perusahaan dalam satu dekade. Tapi saya merasakan amarah dan ikut bertanggung jawab," tulis Hughes dalam opininya.

Di tengah kritikna, Hughes mengatakan jika pemerintah AS bisa membuat satu lembaga khusus yang mengatur perusahaan teknologi.

"[Zuckerberg] telah menciptakan sebuah perusahaan raksasa yang mengerahkan banyak orang dan memberi pilihan terbatas bagi pengguna. Pemerintah bisa memastikan apakah kita tidak pernah kehilangan kontrol atas sikap mereka," tulis Hughes. (Reuters/evn)