Pesawat Hipersonik Bisa Tempuh Jakarta-Tokyo dalam 90 Menit

eks, CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 09:03 WIB
Pesawat Hipersonik Bisa Tempuh Jakarta-Tokyo dalam 90 Menit Pesawat hipersonik yang tengah dikembangkan Hermeus (screenshot Hermeus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hermeus berencana untuk membuat pesawat terbang komersil hipersonik yang bisa terbang lima kali lebih cepat dari cepat rambat bunyi. Teknologi propulsi pesawat ini dirancang agar bisa melaju dengan kecepatan lebih dari 3.000 mil per jam atau 3 Mach.

Sehingga, dengan kecepatan ini, penerbangan Jakarta-Tokyo yang biasa ditempuh 7 jam 25 menit, bisa dipotong kurang dari 100 menit, menjadi sekitar 90 menit saja.

Hermeus sendiri berbasis di Atlanta, Amerika Serikat, dan didirikan tahun lalu dan bermimpi untuk membuat pesawat tercepat di dunia alih-alih mengeksplorasi ruang angkasa.


"Kami tengah menyiapkan perjalanan revolusioner pada infrastruktur transportasi global, mengubah era dial-up ke era boradband, dengan mengubah kecepatan perjalanan jarak jauh secara radikal," jelas co-founder and CEO AJ Piplica dalam siaran persnya, seperti dikutip GeekWire

Beberapa mantan petinggi Blue Origin ada di jajaran penasihat perusahaan ini, seperti Rob Meyerson yang sempat menjadi President perusahaan wisata luar angkasa yang didirikan Jeff Bezos itu. Selain itu, Chief Technology Officer Hermeus, Glenn Case, juga sempat bekerja merancang propulsi dan insinyur pengembang Blue Origin selama empat setengah tahun.

Baru-baru ini perusahaan tersebut mengumumkan telah berhasil mendapat pendanaan awal dari sejumlah pendana penting. Pendanaan ini dipimpin oleh Khosla Ventures dengan tambahan pendanaan dari beberapa investor pribadi. Namun, mereka tidak mengungkap berapa besar pendanaan yang digelontorkan.

"Hermeus mengembangkan pesawat yang tidak hanya meningkatkan pengalaman penerbangan dengan mengurangi waktu terbang, tapi juga berpotensi memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar," jelas Vinod Khosla, founder of Khosla Ventures.

Hermeus bukan satu-satunya perusahaan yang ingin membuat pesawat hipersonik. Tiga tahun sebelumnya Boom Supersonic pun sempat mengumumkan untuk membuat pesawat yang lebih cepat dari suara.

Pada Januari 2019, Boom telah mendapat pendanaan lebih dari US$140 juta untuk mengembangan pesawat mereka, Overture. Pesawat ini akan terbang dengan kecepatan 2,2 Mach, 10 persen lebih cepat dari pesawat supersonik Concorde. Namun, sedikit lebih lambat dari pesawat yang akan dikembangkan Hermeus yang akan memiliki kecepatan 3 Mach.

Sumber resmi Boom menyebut pesawat mereka siap dioperasikan secara komersil pada pertengahan 2020. Mereka bahkan menyebut kalau Virgin Group dan Japan Airlines telah memesan dengan total 30 pesawat, seperti dilaporkan ArsTechnica.

[Gambas:Youtube] (eks/eks)