Lindy Effect merupakan sebuah teori atau gagasan yang memprediksi harapan hidup sebuah teknologi. Teori ini berlandaskan gagasan bahwa semakin lama teknologi tersebut hidup, semakin lama teknologi tersebut akan hilang.
Berbeda seperti manusia yang akan mati di hari tua, semakin tua teknologi maka semakin lama pula harapan hidupnya.
Lihat juga:Hati-hati Investasi Bodong Bitcoin |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blockchain sulit untuk diserang oleh peretas karena sifatnya yang terdesentralisasi atau memiliki banyak server. Untuk bisa membobol membobol teknologi ini, peretas mesti membobol banyak server yang tervalidasi.
Belum lagi satu server dengan server lainnya saling terantai satu sama lainnya sehingga peretas juga tidak bisa mengubah data dalam server. Apabila peretas mengubah data dalam server maka akan langsung ketahuan.
Deivito tidak menutup kemungkinan peretasan terjadi akibat pencurian private key yang berfungsi sebagai pin investor bitcoin. Apabila peretas bisa mencuri private key pengguna, maka peretas bisa mengakses dompet digital pengguna.
Kendati demikian dari sistem blockchain, Deivito memprediksi tidak akan ada yang mampu melakukan manipulasi data atau meretas blockchain. Akan tetapi peretas memang bisa mengeksploitasi kesalahan pengguna, Deivito menyarankan agar pengguna tetap berhati-hati menjaga private key.
"Misalnya saat kita ketika membagikan private key di website. Ternyata website palsu dan mereka ambil private key kita. Itu bisa diambil dan itu adalah kunci mencuri atau mengambil bitcoin yang dalam blockchain. Melalui kelemahan kita dalam mengamankan private key," ujar Deivito. (jnp/age)