Naik 10 Persen, Pengguna Internet Indonesia Kini 171,17 Juta

CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 08:16 WIB
Naik 10 Persen, Pengguna Internet Indonesia Kini 171,17 Juta Ilustrasi. (Foto: Jeshoots)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna internet di Indonesia hingga tahun 2018 berjumlah 171,17 juta. Jumlah ini meningkat 10,2 persen dibandingkan tahun 2017 sebanyak 143,26 juta.

Angka peningkatan ini ditemukan APJII dalam hasil survei mengenai pengguna internet di Indonesia.

"Jadi penetrasi pengguna internet di Indonesia tahun 2018 adalah 64,8 persen naik dari 2017 yang berjumlah 54,68 persen. Kenaikan sekitar 10,12 persen dari tahun sebelumnya, atau sekitar 27 juta pengguna," kata Sekjen APJII, Henri Kasyfi dalam perayaan ulang tahun ke-23 APJII, di Jakarta, Rabu (15/5).


Henri mengatakan Pulau Jawa menjadi wilayah dengan kontribusi pengguna internet terbesar dengan 55 persen.

Secara rinci, Provinsi Jawa Barat berkontribusi 16,6 persen, Jawa Tengah 14,3 persen, Jawa Timur 13,5 persen. Disusul DKI Jakarta dan Banten dengan 4,7 persen dan Yogyakarta 1,5 persen.

Henri percaya bahwa pengguna internet akan terus meningkat di Indonesia dengan adanya pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Henri mengatakan di era digital ini pembangunan jaringan telekomunikasi sangat krusial untuk memberikan akses internet ke orang-orang yang masih belum menggunakan internet. 

"Kita pasti akan meningkat terus, kalau mungkin karena ini sudah cukup tinggi nanti mungkin peningkatannya tergantung dari infrastruktur yang nanti akan  digelar tahun 2019," pungkasnya.

Henri mengatakan masih ada 10 juta rumah yang masih belum terkoneksi internet. Menurutnya hal ini harus menjadi fokus pembangunan internet di Indonesia. 

"Kalau dilihat yang sudah terjamah sebagai pengguna internet itu adalah melalui seluler, tapi kalau bicara rumah terkoneksi itu masih belum. Nah itu yang belum kita gelar. Supaya semua itu bisa terkoneksi internet ," ucapnya.
Survei ini melibatkan 5.900 responden yang diambil dari masing-masing provinsi di Indonesia Margin of error dari survei ini sebesar 1,28 persen.
(jnp/evn)