Fuso Belum Tertarik Ikuti BYD Investasi Bus Bertenaga Listrik

ray, CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 13:40 WIB
Fuso Belum Tertarik Ikuti BYD Investasi Bus Bertenaga Listrik Kesiapan teknologi ramah lingkungan pada jajaran truk dan bus listrik Mitsubishi Fuso juga harus melihat kepentingan Daimler Truck Asia yang merupakan induk Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation dan Daimler India Commercial Vehicles. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mitsubishi Fuso berbicara soal peluang produksi kendaraan komersial bertenaga listrik di Indonesia. Bagi Fuso kemungkinan untuk menyediakan truk atau bus ramah lingkungan masih kecil kemungkinannya dilakukan di Indonesia.

"Nah sampai saat ini belum ada rencana kami dalam waktu dekat untuk memasarkan bus listrik di Indonesia," kata Direktur Sales & Marketing Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono di Jakarta, Kamis (16/5) malam.

Wacana investasi kendaraan komersial listrik jenis bus sudah terdengar dari pabrikan otomotif asal China, BYD. Informasi tersebut didengungkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.


Sebelum BYD, perusahaan Mobil Anak Bangsa (MAB) besutan Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko sejak beberapa bulan lalu serius untuk memenuhi armada bus bertenaga listrik.

Menurut pria akrab disapa Momon itu, menghadirkan kendaraan listrik pada jajaran line up Mitsubishi Fuso di Tanah Air merupakan kebijakan langsung dari prinsipal di Jepang. Namun hingga kini hal tersebut belum menjadi pembahasan untuk pasar otomotif Indonesia.

Kendati demikian, Ia mengatakan bukan berarti Mitsubishi Fuso tidak punya produk ramah lingkungan. Mitsubishi Fuso sudah siap untuk masuk ke era listrik dalam negeri, namun masih menunggu waktu.

Menurut dia kesiapan teknologi ramah lingkungan pada jajaran truk dan bus listrik Mitsubishi Fuso juga harus melihat kepentingan Daimler Truck Asia yang merupakan induk Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) dan Daimler India Commercial Vehicles (DICV).

"Prinsipal Mitsubishi Fuso bus and truk corporation dengan Daimler, teknologi memang sudah maju. Tapi itu kan tergantung policy mereka melihat pasarnya bagaimana," ujar Momon.

Duljatmono menambahkan visibilitas bus dan truk listrik Mitsubishi Fuso dipasarkan di Indonesia jika pasar kendaraan komersial bertenaga listrik sudah terbentuk diikuti regulasi yang jelas.

"Jadi perlu persiapan seperti ada regulasi dan infrastruktur. Makanya saya tidak bisa menyebutkan bakal berapa tahun lagi, saya belum bisa bicara," tutup Duljatmono. (ryh/mik)