Google Setop Android, Pengguna Ponsel Huawei Siap 'Berpaling'

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 11:39 WIB
Google Setop Android, Pengguna Ponsel Huawei Siap 'Berpaling' Ilustrasi. (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pengguna Huawei mulai mempertimbangkan untuk ganti merek. Dilansir dari Reuters, beberapa pengguna mulai mempertanyakan apakah ini menjadi saat yang tepat untuk meninggalkan ponsel Huawei.

"Saya benar-benar terkejut," Luna Angellica, Pemilik ponsel Huawei asal Belanda ketika dihubungi oleh Reuters di London.

Dia sudah mulai mempertimbangkan menabung untuk membeli model kompetitor.


"Saya sangat menyukai telepon ini, saya agak takut suatu hari nanti saya terpaksa membeli telepon lain," kata Anthony Chiringa, yang tinggal di Nairobi dan membeli Huawei Y7-nya seharga $180 dua minggu lalu.

"Membeli telepon baru untuk menggantikan yang lain akan menjadi beban lain bagi saya. Justru Huawei harus memiliki cara di mana pengguna Huawei saat ini dapat mengganti ponsel mereka secara gratis,"katanya.

Banyak pengguna di berbagai negara mulai bertanya sikap apa yang harus mereka ambil jika Google setop Android di Huawei.

"Saya sudah memiliki pikiran tentang membeli ponsel yang terbaru," kata Sumeet Lyallpuri, seorang pengusaha di Mumbai yang sedang mempertimbangkan untuk membeli Huawei P30.

"Sekarang jika pembaruan Google tidak tersedia untuk ponsel Huawei, Google Play atau aplikasi seperti YouTube tidak ada di sana, saya tidak ingin membeli ponsel itu, setidaknya untuk saat ini," katanya.

Negara-negara berkembang seperti Kenya adalah kunci dari ambisi Huawei. Mereka sedang berupaya untuk menjual lebih banyak handset dengan harga murah hingga menengah di luar China. India, tempat Huawei sekarang hanya memiliki pangsa pasar satu angka, juga berpotensi vital.

Manish Khatri, pemilik toko smartphone di Mumbai, pusat keuangan India mengatakan beberapa pelanggan telah mencari ponsel Huawei.

"Sekarang dengan Google memutuskan untuk membatasi Huawei, saya akan mengarahkan pelanggan ke merek smartphone lain seperti Samsung atau Apple," katanya.

Pertimbangan untuk 'berpaling' ini menyusul keputusan Google untuk mematuhi kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang melakukan pelarangan produk teknologi AS yang dipakai oleh Huawei.

Meski demikian, pernyataan itu tidak memberikan penjelasan bagaimana Huawei akan terus memberikan dukungan pembaruan keamanan pada perangkat Android mereka. Sebab, pembaruan keamanan biasanya dilakukan oleh Google.

Tahun lalu, Huawei telah menjual 203 juta ponsel di seluruh dunia. Angka ini naik dari penjualan 2017 sebanyak 150 juta perangkat. Berdasarkan data Gartner, Huawei telah berhasil menggeser Apple sebagai penjual perangkat ponsel terbesar kedua di dunia membuntuti Samsung. Menurut laporan IDC, pada kuartal pertama 2019 Huawei telah menjual 59 juta perangkat.

Dengan adanya larangan ini, jutaan pengguna Huawei terancam kehilangan akses untuk mendapatkan tambalan software keamanan dan distribusi pembaruan sistem operasi Android. (age/age)