Jutaan Data Influencer Instagram Bocor

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 14:13 WIB
Jutaan Data Influencer Instagram Bocor Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat keamanan Anurag Sen mengungkap temuan data base berisi informasi nomor telepon, ID surel, dan informasi pribadi influencer, selebriti, selebgram, dan merek populer di akun Instagram bocor. Data-data yang bocor ini diduga dikumpulkan kemudian diunggah ke database online.

Sen mengungkapkan ada lebih dari 49 juta entri dan di-host oleh Amazon Web Services yang dibiarkan terbuka dan tanpa kata sandi hingga bisa dilihat oleh siapa pun.

"Berdasarkan hasil pelacakan, pemilik database merupakan perusahaan pemasaran media sosial Chtrbox yang berbasis di Mumbai, India," ungkap Sen kepada Techcrunch.


Chtrbox diketahui sebagai perusahaan pemasaran yang membayar influencer untuk mengunggah konten iklan di akun mereka.

Bukan hanya alamat surel dan nomor ponsel, Sen mencatat informasi lain yang ikut bocor termasuk foto profil, bio, jumlah pengikut, dan informasi lokasi berdasarkan kota dan negara yang tersimpan di Instagram.

Serangkaian informasi yang terdapat dalam database berisi data untuk menghitung pembayaran yang sesuai sejumlah faktor. Beberapa faktor tersebut yakni jumlah like, jumlah pengikut (follower), interaksi, dan jangkauan, serta share konten yang diunggah.

Pendiri Chtrbox Pranay Swarup mengaku sudah menghapus database yang sempat bocor terseut dari internet. Kendati demikian, perusahaan ini tidak menjelaskan secara rinci bagaimana dan mengapa mereka bisa mengantongi data pribadi pengguna Instagram dalam jumlah banyak.

Para korban yang turut terkena imbas kebocoran data ini telah dihubungi menyoal adanya pelanggaran privasi tersebut. Facebook sebagai induk perusahaan menyatakan telah melakukan penyelidikan terkait isu ini.

"Kami sedang mempelajari masalah ini untuk mempelajari apakah data yang dijelaskan - termasuk email dan nomor telepon berasal dari Instagram atau dari sumber lain. Kami juga telah meminta Chtrbox untuk memahami dari mana data ini berasal dan bagaimana data itu bisa tersedia untuk umum," tulis Facebook. (evn/evn)