Pabrikan Otomotif Anggap Angin Lalu Aksi 'People Power'

ray, CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 13:37 WIB
Pabrikan Otomotif Anggap Angin Lalu Aksi 'People Power' Aksi menolak 'people power' mulai terlihat di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5). (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi people power yang mulai terlihat di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5) untuk menolak hasil pengumuman KPU dianggap angin lalu oleh produsen motor dan mobil di Indonesia.

Aktivitas pabrik motor dan mobil di dalam negeri tetap normal meski beredar kabar bahwa akan ada gerakan massa hingga disebut akan memanaskan situasi perpolitikan dalam negeri.

"Kami tetap full produksi kok, tidak ada libur. Kami kan juga butuh pemasukan jelang lebaran," kata Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya di Jakarta, Senin (20/5) malam.


Ia berharap gejolak massa akibat situasi politik tidak berdampak kepada industri, khususnya otomotif. Harapan lain bahwa Pemilihan Umum yang sudah memenangkan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin berdasarkan hitungan final Komisi Pemilihan Umum (KPU) dini hari tadi, berjalan tetap damai.

"Ini jelang lebaran harus damai. Harapannya damai, aman, dan tenang," ucap Thomas.

Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai pemilik pabrik terbesar di Indonesia juga tak ada rencana meliburkan pegawainya mulai Selasa (21/5) menyusul terlihat gerakan massa di depan KPU mulai hari ini.

Menurut Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra semua pegawai Daihatsu termasuk kegiatan produksi mobil di pabrik akan berjalan normal.

"Kami percaya TNI dan Polri akan berusaha maksimal mengamankan Indonesia. Kami mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak ikut dalam keramaian, di tempat kerja masing-masing saja," ucap Amelia.

Sementara itu Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan pabrik Toyota tetap beraktivitas dan tidak meliburkan karyawannya.

"Toyota tetap beroperasi normal saja," imbuh Bob.

Senada dengan Bob. Marketing & After Sales Service Director Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy juga memastikan bahwa 'heboh' aksi 22 Mei tidak berdampak pada kegiatan pabrik HPM di Karawang. Pabrik yang memproduksi mobil Honda tersebut tetap beroperasi seperti hari-hari biasa tanpa mengurangi shift kerja.

Presiden Direktur PT Eurokars Motor Indonesia selaku distributor Mazda, Roy Arman Arfandy mengatakan tidak khawatir dengan aksi gerakan massan people power. Menurutnya aktivitas karyawan dan dealer tetap berjalan normal tanpa ada gangguan dari pihak luar.

Polisi sebelumnya sudah menerbitkan status siaga satu untuk wilayah DKI Jakarta hingga 25 Mei 2019 dalam menghadapi pengumuman hasil penghitungan suara tingkat nasional KPU. Salah satu alasan kepolisian yakni ancaman terorisme.

Siaga satu sesuai dengan Surat Telegram Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada seluruh jajarannya yang bernomor 281/V/OPS.1.1.1/2019 dan ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang Operasi Inspekatur Jenderal Martuani Sormin serta diedarkan pada Senin (20/5). (ryh/mik)