Sebab, dengan menurutnya kelima operator telekomunikasi di Indonesia tidak bisa langsung memberlakukan pembatasan akses sekaligus karena besarnya jumlah pengguna ponsel di Indonesia.
"Bertahap karena provider lima besar tidak bisa sekaligus. Jadi ada teknis di lapangan, karena koordinasi banyak sekali," tuturnya jelas Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gangguan Medsos akan Berlangsung 3 Hari |
"Untuk sementara itu yang kami lakukan, kami mohon maaf. Ini sementara dan bertahap, mudah-mudahan ini bisa selesai," tuturnya lagi.
Pembatasan unggah dan unduh foto dan video ini dilakukan untuk memperlambat penyebarah hoaks dari foto dan video. Sebab, penyebaran hoaks lewat foto dan video dianggap sangat cepat memengaruhi emosi seseorang.
"Itu bisa langsung ke diri kita, yaitu video dan foto [...] fitur medsos dan messaging system yang viralnya cepat dan secara emosional bisa mempengaruhi psikologis kita," jelas Rudiantara kepada wartawan usai konferensi pers. (eks)