"Efektif. Mengapa? Ada pesan teks, gambar, video, mana yang paling cepat menyentuh emosi kita? Video kan?" jelasnya saat ditemui di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (23/5). .
Selain lewat pembatasan internet, Rudiantara juga menyebut perlunya peningkatan literasi digital. Agar masyarakat tidak langsung menelan mentah-mentah informasi yang diterima dari internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Rudiantara menyebut kebijakan ini tidak bermaksud menutup sarana komunikasi masyarakat. Sehingga, pengiriman pesan teks masih bisa dilakukan.
"Orang yang lihat di medsos saja jadi lihat TV, baca koran, karena media mainstream melakukan kaidah jurnalistik, yaitu lakukan cover both side (mengulas dua belah pihak), medsos malah tidak," tandasnya. (pris/eks)