Setop Huawei Bakal Jadi Boomerang untuk Google

Tim, CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 23:22 WIB
Setop Huawei Bakal Jadi Boomerang untuk Google Ilustrasi. (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan pemerintah Amerika Serikat untuk melumpuhkan Huawei diprediksi akan menjadi bumerang bagi perusahaan teknologi seperti Microsoft dan Google.

Dilansir dari The National, para analis memprediksi pembatasan kerja sama perusahaan Amerika Serikat dengan Huawei akan berdampak bagi ekosistem rantai pasokan secara global.

Efek riak yang ditimbulkan akibatnya akan memberikan dampak signifikan bagi perusahaan Amerika Serikat. Redaktur pelaksana TechRadar Middle East Abbas Ali mengatakan mengatakan daftar hitam Huawei oleh AS buruk bagi seluruh industri.


"Ada peluang bahwa (larangan Huawei) akan mempengaruhi banyak bisnis beberapa di antaranya akan menjadi perusahaan berbasis di AS seperti Intel, Microsoft, dan Qualcomm," kata Ali kepada National.
Pada 17 Mei, Washington memasukkan Huawei ke daftar hitam untuk melarang perusahaan-perusahaan di AS melakukan bisnis dengan raksasa teknologi asal China tersebut.

Microsoft mengatakan kepada Kementerian Perdagangan AS bahwa masalah Huawei dapat mengisolasi Amerika Serikat dari kemitraan penelitian global yang menguntungkan.

Pasalnya, semua laptop Huawei beroperasi pada sistem operasi Microsoft Windows. Microsoft juga tunduk pada batasan baru dalam memasok ke Huawei.

"China akan mencurahkan modal yang signifikan ke pasar domestiknya untuk membantu mempercepat rantai pasokan internalnya sendiri dan itu dapat memutus pasar pertumbuhan yang signifikan bagi banyak pemasok AS," kata Neil Campling dari Mirabaud Securities.
Campling mengatakan perusahaan-perusahaan asal China sedang membangun infrastruktur mereka sendiri, salah satunya seperti pusat data besar di China, Banyak perusahaan AS, seperti Nvidia dan Microsoft, memasok bahan-bahan untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

Analis Bloomberg Anthea Lai mengatakan Huawei bisa memutuskan untuk membeli komponen cipset dari Samsung Korea Selatan atau Mediatek dari Taiwan.

Pendiri dan kepala eksekutif Huawei, Ren Zhengfei mengatakan pekan lalu larangan AS tidak akan memiliki "dampak besar" pada perusahaan yang memproduksi ponsel pintar atau peralatan 5G. Akan tetapi, Ali berpendapat bahwa Huawei pasti kalang kabut akibat pelarangan ini.

"Memotong akses ke Android dan ARM (Microsoft) dapat sangat membatasi Huawei dan meskipun Huawei bertindak tenang di luar, saya membayangkan ada badai yang sedang terjadi di dalam perusahaan," kata Ali seperti yang dilansir dari Techradar. (jnp/age)