Pasca Disetop Google, Sistem Operasi Huawei Siap 2020

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 19:05 WIB
Pasca Disetop Google, Sistem Operasi Huawei Siap 2020 Ilustrasi Huawei. (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah mendapatkan 'tamparan' terkait larangan penggunaan Android milik Google, Huawei akan menyiapkan sistem operasi miliknya sendiri. Dilansir dari CNBC, Kepada Divisi Konsumen Huawei mengungkap perusahaan dapat memiliki sistem operasi sendiri untuk smartphone dan laptop.

Sistem operasi ini siap digunakan di China pada musim gugur tahun ini. Namun, sumber CNBC tersebut menekankan penggunaan sistem operasi milik sendiri terjadi jika perusahaan sepenuhnya berhenti menggunakan software Google dan Microsoft.

Huawei mengatakan pihaknya telah menyiapkan sistem operasi sendiri sejak dulu. Sistem operasi ini disiapkan sebagai antisipasi jika perusahaan diblokir secara permanen dari Google dan Microsoft.
Salah satu petinggi Huawei mengatakan kepada CNBC bahwa sistem operasi milik mereka akan siap pada kuartal IV 2019 untuk pasar China. Sementara untuk pasar luar China akan tersedia pada kuartal I atau II 2020.


CEO Konsumer Bisnis Huawei Richard Yu mengungkapkan pihaknya masih berkomitmen terhadap Microsoft Windows dan Google Android.

"Tetapi jika kami tidak dapat menggunakannya, Huawei akan menyiapkan rencana B untuk menggunakan OS kami sendiri," ujar Yu kepada CNBC, pada Kamis (23/5).

Yu mengatakan toko aplikasi Huawei atau yang dikenal dengan Galeri Aplikasi akan tersedia di sistem operasinya sendiri. Saat ini, Aplikasi Galeri telah dipasang pada perangkat Huawei.Tetapi mayoritas pengguna menjadikan Google PlayStore sebagai appstore default.
Eksekutif Huawei menekankan bahwa sistem operasi Huawei hanya akan diluncurkan jika perusahaan tersebut diblokir secara permanen dari menggunakan produk Google atau Microsoft.

"Kami tidak ingin melakukan ini, tetapi kami akan terpaksa melakukannya karena pemerintah AS. Saya pikir hal semacam ini tidak hanya akan menjadi berita buruk bagi kami, tetapi juga berita buruk bagi perusahaan AS karena kami mendukung bisnis AS, jadi kami akan dipaksa untuk melakukan ini sendiri," kata Yu.

"Kami tidak ingin melakukan ini tetapi kami tidak memiliki solusi lain, tidak ada pilihan lain."

Raksasa teknologi asal China ini ditempatkan dalam urutan teratas daftar hitam Amerika Serikat. Pemerintah AS mengharuskan perusahaan asal negaranya mendapatkan izin dari pemerintah sebelum menjual apapun kepada Huawei.

Larangan ini membuat Huawei tak mendapatkan lisensi versi sistem operasi Google Android yang lengkap dengan semua layanan perusahaan AS.

Namun, saat ini pemerintah AS memberikan penangguhan hukuman sementara 90 hari untuk Huawei. Penangguhan ini memungkinkan perusahaan untuk terus menggunakan teknologi AS untuk sementara waktu. (age/age)