Diblokir Android, Ada Isu Huawei Buat Sistem Operasi Sendiri

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 13:42 WIB
Diblokir Android, Ada Isu Huawei Buat Sistem Operasi Sendiri Ilustrasi (REUTERS/Sergio Perez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei dirumorkan sedang mengembangkan sistem operasi (OS) baru sebagai buntut penghentian dukungan Android di perangkat Huawei oleh Google. Namun rumor tersebut dibantah oleh PR Manager Honor Indonesia Arya Permana.

"Itu baru rumor. Sebetulnya sih bukan effect dari sana juga sih mas, karena memang Huawei dan Honor juga memiliki user di China yang memang Google tidak dapat di gunakan di sana. Jadi sebetulnya pengembangan OS di sana juga berjalan," kata PR Manager Honor Indonesia Arya Permana saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/5)

"Siapa tahu dengan adanya ini bisa mendorong Huawei untuk membuat OS baru. Kemungkinan sedang dalam proses," lanjutnya.


Hal ini dilontarkan Arya terkait dengan keputusan Google untuk menghentikan dukungan pembaruan Android bagi Huawei. Keputusan itu berkaitan dengan kebijakan pemerintah AS.

Berhentinya OS Android di perangkat Huawei membuat pengguna Huawei akan kehilangan akses untuk menggunakan beberapa aplikasi besutan Google seperti Google Play Store, YouTube, hingga Gmail.

Arya mengakui penangguhan bisnis ini memang memberikan dampak negatif kepada Honor selaku sub-brand Huawei. Akan tetapi, ia mengatakan dampaknya sangat minim karena penjualan tidak terpengaruh penangguhan ini.

"Kecipratan iya, walaupun tidak terlalu berdampak besar karena memang bukan nama Honor yang dibawa. Soal penjualan sejauh ini belum berpengaruh," ujar Arya.

Sebelumnya Usai Alphabet Inc, induk perusahaan dari Google menangguhkan bisnis dengan Huawei, tiga perusahaan perancang dan pemasok cip yaitu Intel, Qualcomm dan Broadcom akan memutuskan hubungan mereka dengan Huawei.

Keempat perusahaan mematuhi kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang melakukan pelarangan produk teknologi AS yang dipakai oleh Huawei.

Pemerintahan Trump telah memasukkan Huawei Technologies Co Ltd ke daftar hitam perdagangan. Mereka akan segera memberlakukan pembatasan yang akan membuat sulit bagi perusahaan untuk melakukan bisnis dengan rekan-rekan AS. (eks)