Jupiter Diprediksi Masih Terlihat Hingga Juli

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 08:41 WIB
Jupiter Diprediksi Masih Terlihat Hingga Juli Jupiter junior. (SETI Institute)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Planetarium Jakarta Widya Sawitar memprediksi Jupiter masih akan terlihat hingga Juli mendatang. Prediksi ini berbeda dengan NASA yang memperkirakan puncak penampakan Jupiter terjadi kemarin, Senin (10/6).

"Kita nanti akan hitung lagi. Tapi Jupiter kemungkinan terlihat jelas bulan Juli. Kalau sekarang masih rendah [posisi Jupiter] mungkin nanti akan lebih tinggi," ujar Widya kepada awak media di Planetarium Jakarta, Senin (10/6) malam.

Lebih lanjut kata Widya, posisi Jupiter yang paling ideal agar dapat terlihat jelas setelah pukul 20.00 WIB. Kendati demikian, ia mengatakan hal itu dapat terjadi tergantung waktu dalam satuan bulan.
"Mungkin kalau lewat jam 8 malam itu sudah bisa kelihatan ya, kadang-kadang jam 8 malam sudah tinggi di atas tergantung bulannya kapan," jelasnya.


Pembina Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) ini juga mengatakan bahwa jika Jupiter terlihat dengan jelas, orang awam akan melihat karakter unik dari planet itu yakni ukurannya yang besar serta pola planet seperti badai.

Tak hanya itu, jika langit cerah, pengunjung bisa melihat setidaknya 79 satelit yang tengah mengorbit di Jupiter.

"Karakternya juga kayak badai, satelitnya banyak. Di sana yang terdata baik ada 79 nanti tunggu konfirmasi kalau benar adanya jadi 83 kira-kira satelitnya," tutur Widya.
Planetarium Jakarta sendiri menyediakan kegiatan yang diperuntukan untuk masyarakat umum agar dapat melihat fenomena Bulan dan Jupiter, melalui teleskop khusus yakni Reflektor.

Kegiatan peneropongan benda langit itu dimulai pada 10-14 Juni dan dilanjutkan pada 17 Juni mendatang. Pantauan yang dilakukan CNNIndonesia.com pada Senin (10/6) malam, planet Jupiter belum dapat terlihat dengan jelas akibat faktor cuaca di Jakarta yang berawan.

Planet Jupiter yang merupakan terbesar dalam tata surya ini akan terlihat dengan lebih terang pada 10 Juni 2019 mendatang ketika planet ini mencapai oposisinya ketika Jupiter, Bumi, dan matahari berada dalam satu garis lurus.
Meski demikian, di bulan ini tak cuma Jupiter saja yang bakal terlihat tapi juga ada fenomena lainnya. NASA menetapkan sepanjang bulan sebagai bulan yang penuh fenomena astronomi.

Dari tanggal 14 sampai 19 Juni, dapat melihat 'susunan indah' bulan, Jupiter, dan Saturnus yang berubah setiap malam saat bulan mengorbit bumi. (din/age)