Asteroid Diprediksi Hantam Bumi pada September 2019

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 15:26 WIB
Asteroid Diprediksi Hantam Bumi pada September 2019 Ilustrasi. (Istockphoto/Ratpack223)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah ilmuwan European Space Agency (ESA) merilis daftar benda luar angkasa yang dapat bertabrakan dengan Bumi, salah satunya adalah Asteroid.
Menurut ESA, asteroid QV89 2006 bakal menghantam Bumi pada 9 September mendatang dengan perbandingan 1:7.299.

Dilansir dari Livescience, berdasarkan daftar benda-benda luar angkasa milik ESA yang terus diperbaharui, asteroid QV89 2006 berada di peringkat empat. Asteroid yang diprediksi akan bertabrakan dengan Bumi ini mempunyai bentuk yang cukup mungil, hanya berdiameter 130 kaki (40 meter).

QV89 2006 jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan asteroid sepanjang 10 kilometer yang pernah membunuh Dinosaurus Nonavian sekitar 66 juta tahun yang lalu. ESA kini tengah melakukan pemantauan terkait rute asteroid namun berdasarkan hasil pemantauan terbaru mereka, batuan ruang angkasa itu kemungkinan tidak meluncur ke Bumi.


QV89 2006 kemungkinan berjarak 6,7 juta mil (6,7 juta kilometer) dengan Bumi dan 238.900 mil (384.400 kilometer) dengan Bulan.

Sehingga ESA memprediksi bahwa perbandingan benturan ini 1 banding 7.299 peluang asteroid QV89 2006 akan menghantam Bumi. Dilansir dari Phys, isu ini tak perlu dikhawatirkan warga Bumi karena peluang yang dirilis ESA belum mendekati ambang batas.

Namun, yang harus menjadi perhatian ialah setidaknya ada lebih dari 850 asteroid yang masuk daftar benda-benda langit yang berisiko tinggi dan beberapa di antaranya berdiameter hampir satu kilometer.

Seperti namanya, asteroid 2006 QV89 ditemukan pada 29 Agustus 2006 oleh Catalina Sky Survey, sebuah organisasi yang berbasis di sebuah observatorium dekat Tucson, Arizona.

Asteroid sebenarnya adalah 'pengunjung' yang cukup sering ke Bumi. Usai melewati Bumi pada 2019, objek tersebut diperkirakan akan tersapu oleh Bumi pada 2032, 2045 dan 2062 menurut laporan ESA.

Sebelumnya, ESA telah melakukan kerjasama dengan NASA untuk melacak benda-benda luar angkasa yang dekat dengan Bumi. Langkah itu dilakukan guna memberikan informasi kepada pemerintah dan ilmuwan terkait bagaimana harus menangani serangan asteroid yang sebenarnya. (din/age)