Peter dan tim, kawah yang terbentuk akibat logam itu berbentuk oval dengan lebar 2.000 kilometer. Kendati demikian, warga Bumi tidak dapat melihat kawah itu karena berada di sisi jauh Bulan.
"Bayangkan seperti mengambil tumpukan logam lima kali lebih besar dari Pulau Besar Hawaii dan menguburnya di bawah tanah. Itu kira-kira berapa banyak massa [logam] tak terduga yang kami deteksi," jelas James.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kami menggabungkannya dengan data topografi Bulan dari Lunar Reconnaissance Orbiter, kami menemukan sejumlah besar massa yang berjarak ratusan mil di bawah cekungan Kutub Selatan," ungkapnya seperti dikutip dari Sciencedaily.
Mengutip Space, peneliti berspekuliasi bahwa area Kutub Selatan yang ditumpuki banyak logam kaya kandungan oksida yang terbentung ketika magma purba BUlan mendingin hingga membeku. Hal ini menunjukkan bagian dalam Bulan tidak terlalu lengket sehingga gravitasinya akan menarik bidang besar ke pusatnya. (din/evn)