Peneliti: Logam di Bulan Terbentuk dari Tabrakan Asteroid

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 20:43 WIB
Peneliti: Logam di Bulan Terbentuk dari Tabrakan Asteroid Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peter B. James, peneliti dari Baylor University menemukan material misterius di bawah kawah Bulan, tepatnya di cekungan Kutub Selatan dan mengandung logam dari asteroid yang menabrak Bulan. Akibat tabrakan ini terbentuk menyerupai kawah.

Peter dan tim, kawah yang terbentuk akibat logam itu berbentuk oval dengan lebar 2.000 kilometer. Kendati demikian, warga Bumi tidak dapat melihat kawah itu karena berada di sisi jauh Bulan.

"Bayangkan seperti mengambil tumpukan logam lima kali lebih besar dari Pulau Besar Hawaii dan menguburnya di bawah tanah. Itu kira-kira berapa banyak massa [logam] tak terduga yang kami deteksi," jelas James.


Tim peneliti juga bertugas mengukur perubahan kekuatan gravitasi di sekitar Bulan akibat tumpukan massa logam tersebut menggunakan wahana antariksai yang juga dipakai untuk misi Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL) milik NASA.

"Ketika kami menggabungkannya dengan data topografi Bulan dari Lunar Reconnaissance Orbiter, kami menemukan sejumlah besar massa yang berjarak ratusan mil di bawah cekungan Kutub Selatan," ungkapnya seperti dikutip dari Sciencedaily.

James mengungkapkan massa ekstra di cekungan Kutub Selatan merupakan logam dari asteroid yang membentuk kawah masih tertanam di mantel Bulan.

Simulasi komputer yang dilakukan menunjukkan bahwa dampak tabrakan asteroid besar mengakibatkan inti besi-nikel dari asteroid tersebar ke mantel atas Bulan.

Mengutip Space, peneliti berspekuliasi bahwa area Kutub Selatan yang ditumpuki banyak logam kaya kandungan oksida yang terbentung ketika magma purba BUlan mendingin hingga membeku. Hal ini menunjukkan bagian dalam Bulan tidak terlalu lengket sehingga gravitasinya akan menarik bidang besar ke pusatnya. (din/evn)