NASA Gandeng 11 Perusahaan untuk Bawa Astronaut ke Bulan

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 11:37 WIB
NASA Gandeng 11 Perusahaan untuk Bawa Astronaut ke Bulan Ilustrasi. (Foto: FitzFox/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah memilih 11 perusahaan yang akan menjadi mitra untuk misi pendaratan manusia ke Bulan.

Kesebelas perusahaan yang dimaksud yakni Aerojet Rocketdyne, Blue Origin, Boeing, Dynetics, Lockheed Martin, Masten Space Systems, OrbitBeyond, Northrop Grumman Innovation Systems, Sierra Nevada Corporation, SpaceX, dan SSL.

"Tim kami bersemangat untuk kembali ke Bulan secepat mungkin dan kemitraan publik kami ini untuk mempelajari sistem pendaratan manusia, yang merupakan langkah penting dalam proses itu," ungkap Direktur untuk program eksplorasi manusia ke Bulan, Marshall Smith seperti dikutip dari laman resmi NASA.


Penunjukan ini merupakan bagian dari misi eksplorasi bulan Artemis. Program ini akan turut memboyong astronaut perempuan AS pertama dan astronaut pria lainnya untuk mendarat di kutub selatan Bulan pada 2024 dan mulai melakukan misi berkelanjutan pada 2028.

Melalui kontrak Next Space Technologies for Exploration Partnerships (NextSTEP), 11 perusahaan ini bakal mengembangkan prototipe pendaratan manusia selama enam bulan ke depan. Prototipe itu dibuat untuk melihat elemen penurunan, pemindahan dan pengisian bahan bakar dari sistem pendaratan manusia yang potensial.

[Gambas:Video CNN]

Dikarenakan NextSTEP merupakan program kemitraan swasta, maka ke-11 perusahaan terpilih diharuskan untuk memberikan kontribusi setidaknya 20 persen dari total biaya proyek yakni US$45,5 juta. 

"Untuk mempercepat pendaratan manusia ke Bulan, kami menantang cara tradisional kami dalam berbisnis. Kami akan merampingkan segalanya mulai dari pengadaan hingga kemitraan untuk pengembangan perangkat keras dan bahkan operasi, " imbuh Smith.

NASA juga memberian sejumlah usulan untuk mengangkut para astronaut mulai dari permukaan Bulan, elemen 'pendakian' hingga jalur untuk membawa kembali ke Bumi.

Pengumuman penunjukan 11 perusahaan ini sekaligus menjawab tantangan Presiden AS Donald Trump untuk membawa kembali manusia ke Bulan pada 2024. Dari anggaran yang diperoleh, NASA mengalokasikan US$1 miliar untuk pengembangan sistem yang memungkinkan manusia berwisata ke Bulan.

Sementara US$651 juta akan dipakai untuk mengembangkan pesawat ruang angkasa Orion dan roket yang dtengah dikembangkan bersama Boeing bertajuk Space Launch System (SLS). 

Sejauh ini, NASA telah menghabiskan setidaknya US$11,9 miliar untuk pengembangan sistem yang dijadwalkan siap dipakai untuk misi yang akan datang. (din/evn)