Kecanduan gim ini sebenarnya sudah Pevita rasakan sejak lama, bahkan dara kelahiran tahun 1992 itu menyempatkan diri bermain gim PUBG di tengah-tengah kesibukannya di dunia hiburan.
"Tergantung waktu (main gim PUBG), kalau misalkan cuma mau main untuk iseng, misalkan mau ada acara terus punya waktu sebentar, 1 jam buat main," kata Pevita ketika mengunjungi redaksi CNNIndonesia.com, Selasa (11/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi sebagian penikmati gim PUBG, senjata M24 sangat diandalkan. Senjata jenis Sniper Rifle ini punya damage sangat tinggi dan bisa melumpuhkan musuh dari jarak jauh.
Pevita tidak menjelaskan gawai yang ia gunakan untuk melampiaskan hobinya bermain gim PUBG. Namun dijelaskan Pevita, gadget yang ia gunakan harus memiliki baterai tahan lama, karena ia mengaku dirinya suka lupa diri jika sudah bermain gim tembak menembak.
"(Main) lebih dari 5 jam pernah. Kalau sekarang sih sudah diingetin untuk berhenti sih. Udah ada warning dari game-nya untuk berhenti," ucap pemilik akun PUBG "CuppaPepi".
Lihat juga:Nepal Cabut Sementara Larangan PUBG |
Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mengatakan penerbitan fatwa haram ini penting untuk menjaga kemaslahatan anak-anak muda yang kecanduan bermain PUBG.
"Paling lama satu bulan. Bahkan lebih cepat lebih baik supaya orang tidak bingung, tidak ada keraguan," ujar Amirsyah di kantor wakil presiden, Jakarta, Senin (25/3).
PUBG menjadi kontroversial usai kejadian penembakan di Kota Christchurch, Selandia Baru. Sebab pelaku penembakan disebut terinspirasi dari gim bergenre battle royale tersebut. (mik)